Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember bergerak cepat usai gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,1 melanda wilayah tersebut, Selasa (26/5/2026) sore. Hingga kini, dipastikan tidak ada laporan kerusakan bangunan.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, hingga pukul 15.52 WIB, situasi di lapangan masih aman dan kondusif.
"Dampak yang terjadi sejauh ini warga merasakan getaran oleh beberapa orang yang berada di dalam ruangan, dan sejumlah benda bergoyang," kata Edy dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data BMKG, gempa tektonik ini terjadi pukul 15.39 WIB. Pusat gempa berada di laut pada jarak 93 km arah Tenggara Kabupaten Jember dengan kedalaman 10 km.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M 5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9.01 LS dan 113.84 BT," ujarnya.
Gempa ini dirasakan di seluruh wilayah Kabupaten Jember dengan skala II MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang di dalam ruangan dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Edy pun meminta masyarakat Jember untuk tidak panik dan tetap tenang menanggapi peristiwa ini.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," paparnya.
Meski tidak ada laporan kerusakan, BPBD tetap meminta warga untuk waspada. Warga diharapkan memeriksa kondisi rumah masing-masing sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.
"Pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG," tandasnya.
(auh/abq)
