Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah seri pembuka Geopark Run Series 2026/2027. Ajang bertajuk Ijen Geopark Run tersebut akan digelar pada 23 Agustus 2026 dan menjadi awal rangkaian sport tourism nasional yang juga akan berlangsung di Minang, Ciletuh, dan Belitung.
Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 22 Mei dan akan berlangsung hingga 19 Juli 2026. Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pembuka karena dinilai memiliki kesiapan destinasi, infrastruktur, serta pengalaman dalam menggelar berbagai event olahraga berskala nasional maupun internasional.
Geopark Run Series 2026/2027 resmi diluncurkan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pariwisata dalam mendorong pengembangan geopark di Indonesia, termasuk Geopark Ijen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan sport tourism di Indonesia," ujar Widiyanti.
Menurutnya, Geopark Run Series bukan sekadar ajang lari, melainkan sarana promosi destinasi geopark sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Widiyanti menilai, sport tourism memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata nasional. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut juga dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
"Sport tourism menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar bagi Indonesia. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan ini juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor akomodasi, kuliner, hingga UMKM," katanya.
Mengetahui Banyuwangi menjadi titik start Geopark Run Series, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan kesiapan daerahnya untuk menyukseskan event tersebut.
Ipuk mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah seri perdana sekaligus pintu pembuka rangkaian Geopark Run Series 2026/2027.
"Terima kasih atas kepercayaan Menpar. Tentu ajang ini menjadi kesempatan bagi Banyuwangi untuk semakin memperkenalkan potensi sport tourism dan kekayaan alam daerah kepada khalayak luas," terang Ipuk, Senin (25/5/2026).
Ipuk menjelaskan Banyuwangi memiliki pengalaman panjang dalam menggelar berbagai event olahraga berbasis wisata. Sejumlah agenda sport tourism rutin diselenggarakan, mulai dari balap sepeda internasional hingga lomba lari yang memanfaatkan keindahan alam kawasan Geopark Ijen.
Salah satunya adalah Ijen Green Trail Run 2025 yang digelar tahun lalu. Selain itu, pengembangan sport tourism juga dilakukan di berbagai site Geopark Ijen lainnya, termasuk kawasan Taman Nasional Alas Purwo.
Berbagai event seperti Duathlon Alas Purwo, Alas Purwo Jungle Run, hingga Alas Purwo Geopark Green Run telah sukses digelar dan menjadi daya tarik wisata olahraga di Banyuwangi.
"Tidak hanya lari, kami juga mengembangkan sport tourism lain seperti sepeda downhill hingga ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen yang digelar di kawasan Geopark Ijen," tegasnya.
Sesuai jadwal, registrasi peserta Geopark Run Series 2026/2027 dibuka mulai 22 Mei hingga 19 Juli 2026. Pengambilan race pack collection (RPC) akan berlangsung pada 21-22 Agustus 2026, sedangkan race day digelar pada 23 Agustus 2026 di Banyuwangi.
Setelah seri pembuka di Banyuwangi, rangkaian Geopark Run Series akan berlanjut ke Minang Geopark Run pada 1 November 2026, kemudian Ciletuh Geopark Run pada 17 Januari 2027, dan ditutup dengan Belitong Geopark Run pada 18 April 2027.
(erm/hil)
