Hari raya Waisak merupakan momen suci bagi umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama. Tiga peristiwa tersebut meliputi kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian pencerahan sempurna, dan wafat atau Parinibbana Buddha Gautama.
Di Indonesia, Waisak juga dikenal sebagai Hari Raya Trisuci Waisak dan diperingati setiap tahun dengan berbagai rangkaian ibadah serta tradisi keagamaan. Perayaan Waisak tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Tanggal perayaan Waisak dapat berubah setiap tahun mengikuti fase Bulan Purnama di bulan Waisak atau Vesak. Selain tanggal perayaannya, umat Buddha di Indonesia juga mengenal "Detik-detik Waisak" yang dihitung hingga jam, menit, dan detik berdasarkan perhitungan astronomi modern.
Bagaimana Penanggalan Waisak Ditentukan?
Penentuan hari raya Waisak tidak menggunakan kalender Masehi seperti hari besar nasional pada umumnya. Waisak ditetapkan berdasarkan kalender Buddhis lunisolar yang menggabungkan perhitungan peredaran bulan dan matahari.
Karena itu, tanggal Waisak setiap tahun bisa berubah jika dilihat dalam kalender Masehi. Di Indonesia, penentuan Waisak mengacu pada fase Bulan Purnama di bulan Waisak atau Vesak. Penetapan ini telah disepakati oleh para tokoh dan majelis umat Buddha sejak tahun 1979.
Salah satu acuan utamanya adalah munculnya Bulan Purnama tertentu setelah perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. Selain tanggal perayaan, umat Buddha di Indonesia juga mengenal istilah "Detik-detik Waisak".
Melansir dari Bhagavant.com, tradisi ini menjadi momen puncak perayaan Waisak yang dihitung hingga jam, menit, dan detik berdasarkan ilmu astronomi modern. Dari sudut pandang astronomi, detik Waisak adalah waktu saat Bulan mencapai fase purnama sempurna dengan posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan.
Perhitungan detik Waisak dilakukan menggunakan rumus astronomi dan algoritma khusus seperti metode Jean Meeus. Karena melibatkan banyak faktor astronomi seperti fase bulan dan rotasi bumi, hasil perhitungannya dapat sedikit berbeda tergantung metode yang digunakan. Meski begitu, penanggalan ini tetap menjadi pedoman penting dalam perayaan Waisak di Indonesia.
Kapan Hari Raya Waisak 2026?
Hari Raya Waisak 2570 BE pada tahun 2026 diperingati pada Minggu 31 Mei 2026. Penetapan ini mengacu pada perhitungan kalender Buddhis dan fase Bulan Purnama yang menjadi dasar penentuan Waisak setiap tahunnya.
Sementara itu pemerintah juga menetapkan hari libur setelah Waisak dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Berikut rinciannya.
- Minggu 31 Mei 2026: Hari Raya Waisak 2570 BE
- Senin 1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila
Dalam perhitungan astronomi modern, puncak atau Detik-detik Waisak 2026 diperkirakan terjadi pada 31 Mei 2026 sekitar pukul 15.45 WIB. Waktu tersebut menjadi momen sakral yang biasanya digunakan umat Buddha untuk menjalankan puja bakti dan meditasi bersama.
Tema Waisak Nasional 2026
Laman Kemenag mencatat perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 mengusung tema "Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan" dengan subtema "Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia". Tema ini disampaikan dalam audiensi antara Menteri Agama bersama Perwakilan Umat Buddha Indonesia atau WALUBI.
Tema tersebut mengajak umat Buddha untuk menjadikan Dharma sebagai pedoman hidup dalam membangun sikap bijaksana dan bermoral. Nilai-nilai itu diharapkan tidak hanya diterapkan dalam kehidupan spiritual tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Mengutip dari detikNews, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Waisak menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Menurutnya, pesan cinta kasih dalam ajaran Buddha relevan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
"Tema yang diangkat tahun ini sangat kuat. Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan harus menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa. Dari situ lahir cinta kasih yang menjadi dasar perdamaian dunia," ucap Nasaruddin.
Simak Video "Video: Puluhan Bhikkhu Jalan Kaki Bali-Borobudur Bawa Misi Damai Waisak 2026"
(irb/dpe)