Ganti Santan dengan Kemiri, Ini Cara Masak Kambing Lebih Sehat

Ganti Santan dengan Kemiri, Ini Cara Masak Kambing Lebih Sehat

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Sabtu, 23 Mei 2026 19:30 WIB
Ilustrasi masak daging dengan kemiri sebagai pengganti santan.
Ilustrasi masak daging dengan kemiri sebagai pengganti santan. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Olahan kambing seperti gulai, tongseng, atau opor memang terkenal gurih dan bikin susah nolak. Tapi, di balik rasanya yang nikmat, banyak orang mulai khawatir dengan perpaduan santan dan lemak daging kambing yang dianggap bisa bikin makanan terasa terlalu berat di tubuh.

Karena itu, belakangan muncul trik memasak kambing yang lebih ringan dengan mengganti santan menggunakan kemiri. Selain tetap memberi rasa gurih dan tekstur creamy, cara ini juga dianggap lebih praktis dan tidak terlalu enek.

Kenapa Kemiri Bisa Jadi Pengganti Santan?

Kemiri ternyata bisa digunakan sebagai pengganti santan karena memiliki kandungan lemak nabati alami yang mampu menghasilkan rasa gurih dan tekstur kuah lebih creamy. Saat dihaluskan dan dimasak bersama bumbu, kemiri mengeluarkan minyak alami yang membuat masakan terasa lebih kaya rasa meski tanpa santan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kuah berbahan dasar kemiri cenderung lebih tidak mudah pecah saat dimasak lama, berbeda dengan santan yang perlu diaduk terus agar tidak pecah. Karena itu, kemiri cukup cocok digunakan pada masakan seperti gulai, tongseng, opor, hingga sayur lodeh.

Cara Menggunakan Kemiri sebagai Pengganti Santan

Untuk menghasilkan rasa gurih yang pas, kemiri sebaiknya disangrai terlebih dahulu sampai harum dan sedikit kecokelatan. Setelah itu, kemiri dihaluskan, lalu dicampurkan langsung ke dalam bumbu saat proses menumis.

ADVERTISEMENT

Umumnya, sekitar 3-5 butir kemiri cukup untuk satu porsi masakan. Jika ingin kuah lebih encer seperti santan cair, tambahkan air secukupnya saat memasak. Meski begitu, penggunaan kemiri sebaiknya tidak berlebihan karena rasa gurihnya cukup kuat, dan terlalu banyak kemiri bisa membuat masakan terasa enek.

Apakah Masakan Kambing Jadi Lebih Sehat Tanpa Santan?

Mengurangi santan dalam olahan kambing memang dapat membantu mengurangi tambahan lemak jenuh pada masakan. Namun, faktor paling penting sebenarnya tetap terletak pada cara memilih bagian daging dan teknik memasaknya.

Merujuk pada salah satu sumber, Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Johanes Chandrawinata SpGK menjelaskan bahwa proses memasak sangat mempengaruhi kualitas nutrisi dalam makanan.

Menurutnya, salah satu teknik memasak yang lebih baik untuk daging kambing adalah pan frying atau memasak dengan sedikit minyak. Dengan teknik ini, penggunaan minyak bisa lebih minimal, sekaligus membantu mengurangi risiko daging gosong akibat suhu terlalu tinggi.

Bagian Daging Kambing Apa yang Lebih Rendah Lemak?

Dilansir laman Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam Universitas Airlangga, dosen gizi kesehatan masyarakat Septa Indra Puspikawati menjelaskan pemilihan bagian daging sangat mempengaruhi kandungan lemak pada masakan.

Bagian paha dan has dalam termasuk potongan daging kambing yang relatif lebih rendah lemak dibanding bagian lain. Karena itu, jika ingin olahan kambing lebih sehat, bagian lemak yang terlihat sebaiknya dipotong terlebih dahulu sebelum dimasak.

Cara Mengolah Daging Kambing agar Lebih Sehat

Selain mengganti santan dengan kemiri, ahli gizi juga menyarankan untuk menghindari terlalu banyak menggoreng daging atau memasaknya dengan suhu sangat tinggi. Menurut Septa, suhu di atas 250 derajat Celsius dapat merusak kandungan gizi daging kambing.

Metode direbus, dipanggang, atau dimasak perlahan lebih disarankan dibanding menggoreng dengan banyak minyak. Untuk membuat tekstur daging lebih empuk, bisa direndam sebentar menggunakan parutan nanas selama sekitar 10 hingga 15 menit. Namun, jangan terlalu lama agar teksturnya tidak hancur.

Berapa Porsi Aman Konsumsi Daging Kambing?

Septa juga menjelaskan bahwa rata-rata kebutuhan protein orang Indonesia sekitar 57 gram per hari. Sebagai gambaran, 100 gram daging kambing mengandung sekitar 27 gram protein. Artinya, konsumsi sekitar 200 gram daging kambing sebenarnya sudah cukup besar untuk memenuhi kebutuhan protein harian.

Jika diumpamakan sebagai sate, 100 gram daging kurang lebih setara dengan 5 hingga 7 tusuk sate ukuran sedang. Karena itu, konsumsi olahan kambing tetap perlu disesuaikan dan tidak berlebihan, terutama jika dipadukan dengan makanan tinggi lemak lainnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads