Waspada Ebola, Pemerintah Pantau Pelaku Perjalanan dari Negara Terdampak

Waspada Ebola, Pemerintah Pantau Pelaku Perjalanan dari Negara Terdampak

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 21 Mei 2026 20:30 WIB
ebola
Ilustrasi ebola (Foto: thinkstock)
Surabaya -

Kasus virus ebola belum ditemukan di Indonesia. Meski demikian Kementerian Kesehataan (Kemenkes) tetap mewaspadainya, terutama para pelaku perjalanan dari negara terdampak.

Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengungkapkan salah satu langkah untuk pencegahan yakni dengan penetapan status darurat sebagai kewaspadaan global.

Langkah tersebut diambil, kata Aji, karena adanya penyebaran lintas wilayah, tingginya tingkat kematian, hingga masih adanya ketidakpastian terkait luasnya penyebaran wabah di Afrika Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kementerian Kesehatan terus memantau situasi global dan melakukan penguatan kewaspadaan lintas sektor. Kami memastikan seluruh pintu masuk negara, baik pelabuhan maupun bandara, meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak," beber Aji dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

Aji mengungkapkan pihaknya akan melakukan penyiagaan tenaga kesehatan di lapangan dan meningkatkan skrining bagi pelaku perjalanan. Pihak Kemenkes juga telah menyiapkan prosedur rujukan rumah sakit apabila nantinya ditemukan pelaku perjalanan internasional yang memiliki gejala mengarah pada ebola.

Seluruh laporan dari pintu masuk Indonesia akan dipantau lewat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dan pusat operasi darurat kesehatan (Public Health Emergency Operation Center/PHEOC).

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Benjamin Paulus Octavianus menyebut Indonesia belum mendeteksi kasus Ebola, namun antisipasi dan kewaspadaan dilakukan tetap dilakukan Kementerian Kesehataan (Kemenkes).

Benjamin menambahkan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan berkaitan dengan virus ebola yang sedang merebak di RD Kongo yakni surveillance atau pengintaian kasus.

"Pokoknya prinsipnya kekuatan kita di surveillance-nya. Makanya surveillance itu betapa pentingnya," kata dr Benjamin kepada wartawan di FK Unair, Kamis (21/5/2026).




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads