AHY Ungkap Alasan Pesisir Jawa Butuh Giant Sea Wall

AHY Ungkap Alasan Pesisir Jawa Butuh Giant Sea Wall

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 21 Mei 2026 18:10 WIB
Menko AHY di Surabaya
Menko AHY di Surabaya/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut rencana proyek pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa sangat dibutuhkan di pesisir Jawa. Sebab, permukaan laut terus naik akibat pemanasan global.

"Bahwa ini untuk menjawab permasalahan yang terjadi di Pantura Jawa, utamanya yang paling mendesak adalah di Teluk Jakarta maupun di Jawa Tengah itu Semarang, Kendal, dan Demak," kata AHY di Surabaya usai meninjau PT PAL, Kamis (21/5/2026).

AHY menyebut, terjadi penurunan tanah di daratan. Sementara di lautan, permukaan laut terus naik akibat pemanasan global. Di wilayah pesisir Jawa, ancaman banjir rob nyata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi terjadi penurunan tanah dan subsidence sekaligus permukaan laut yang terus naik akibat pemanasan global ini berpotensi terjadinya banjir rob (di pesisir Jawa). Oleh karena itu kita butuh, kita perlu membangun tanggul," tambahnya.

ADVERTISEMENT

AHY menyebut konsep Giant Sea Wall terus dimatangkan agar bisa berfungsi dengan optimal dan membuat warga pesisir khususnya nelayan tetap sejahtera.

"Dan di sinilah kita juga terus menyempurnakan konsep pengembangan, perlindungan Pantura Jawa. Sekarang ada badan otorita khusus yang menangani itu. Kita berikan dukungan penuh agar bisa segera dilakukan karena tidak bisa menunggu terlalu lama," jelasnya.

"Kalau satu tahun terjadi penurunan tanah bisa hingga 15 sampai 20 centimeter, maka dibayangkan makin lama masyarakat yang berada di daerah rentan-rentan tersebut semakin terancam," tambahnya.

"Saya sudah laporkan ke Pak Presiden, kita masih kawal tahun 2026, mudah-mudahan 2027 sudah semakin matang karena ini konsep besar, mega project yang membutuhkan investasi, membutuhkan dukungan teknokratis dan tidak kalah penting karena ini melibatkan lima provinsi, dua puluh kabupaten, lima kota di Pantura Jawa maka perlu sinergi yang kuat agar pemerintah pusat dan daerah," tandasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads