Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 ternyata masih terus dievaluasi. Salah satu usulan yang kini ramai dibahas adalah penambahan mata pelajaran baru untuk jenjang SD dan SMP. Kalau sebelumnya siswa hanya mengerjakan mapel tertentu, ke depan cakupan TKA disebut bisa lebih luas.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai penambahan mata pelajaran diperlukan untuk memperkuat pengukuran kompetensi siswa secara lebih menyeluruh. Simak informasi lengkapnya ya, detikers!
Usulan Tambahan Mapel di TKA SD dan SMP
Kemendikdasmen mengevaluasi pelaksanaan TKA 2026. Dilansir detikEdu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin, menyebut ada usulan penguatan cakupan mata pelajaran TKA, khususnya untuk jenjang SD dan SMP.
"Terdapat usulan penguatan cakupan mata pelajaran TKA, khususnya penambahan mata pelajaran. IPA pada jenjang SD/MI sederajat, bahasa Inggris dan IPA pada jenjang SMP/MTs sederajat," jelas Toni dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Selasa (19/5/2026).
Mata Pelajaran TKA SD dan SMP Saat Ini
Pada pelaksanaan TKA 2026, jumlah mata pelajaran yang diujikan masih terbatas. Untuk jenjang SD/sederajat, mata pelajaran yang diuji meliputi sebagai berikut.
- Bahasa Indonesia
- Matematika
Sementara itu, peserta dari jenjang SMP/sederajat akan mengerjakan tiga mata pelajaran sebagai berikut.
- Bahasa Indonesia
- Matematika
- Bahasa Inggris
Namun, jumlah mata pelajaran tersebut berpotensi bertambah seiring munculnya usulan baru terkait pengembangan TKA ke depan.
Mapel Apa Saja yang Diusulkan Masuk TKA?
Berdasarkan evaluasi Kemendikdasmen, ada dua tambahan mata pelajaran yang diusulkan masuk dalam TKA. Untuk jenjang SD/MI sederajat, usulan tambahan mapelnya adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Sedangkan untuk SMP/MTs sederajat, mapel yang diusulkan meliputi IPA dan Bahasa Inggris sebagai penguatan cakupan.
Kemendikdasmen menilai cakupan mata pelajaran saat ini masih perlu diperkuat agar pengukuran kompetensi akademik siswa menjadi lebih komprehensif. Selain itu, perkembangan kemampuan sains dan literasi bahasa asing juga dianggap penting untuk mendukung kualitas pendidikan nasional.
Karena itu, penyusunan framework pengembangan mata pelajaran IPA dan Bahasa Inggris mulai dipersiapkan secara bertahap.
Durasi Pelaksanaan TKA Jadi Sorotan
Tak hanya soal mata pelajaran, durasi pelaksanaan TKA juga menjadi salah satu evaluasi terbesar dari daerah. Dilansir dari detikEdu, menurut Toni Toharudin, banyak pihak menilai jadwal TKA terlalu panjang karena berlangsung hingga empat gelombang selama dua pekan.
Atas masukan tersebut, Kemendikdasmen menyiapkan penyederhanaan sistem pelaksanaan.
"Antara lain penyederhanaan pelaksanaan menjadi dua gelombang per jenjang disertai penguatan infrastruktur pelaksanaan di sekolah," kata Toni.
Evaluasi Hasil TKA 2026
Selain evaluasi teknis, Kemendikdasmen juga memaparkan hasil sementara pelaksanaan TKA 2026. Dari data awal yang masih terus diproses, terdapat cukup banyak siswa yang berhasil memperoleh nilai sempurna atau 100.
Hal ini menunjukkan adanya capaian akademik yang cukup baik pada sejumlah peserta didik di berbagai daerah. Berdasarkan pemaparan BKPDM Kemendikdasmen, berikut perolehan sementara siswa yang mendapat nilai 100.
- Jenjang SD:
- 814 siswa memperoleh nilai 100 untuk Matematika
- 4.507 siswa memperoleh nilai 100 untuk Bahasa Indonesia
- Jenjang SMP
- 266 siswa memperoleh nilai 100 untuk Matematika
- 4.050 siswa memperoleh nilai 100 untuk Bahasa Indonesia
Meski begitu, Kemendikdasmen menegaskan data tersebut masih bersifat sementara karena pelaksanaan TKA susulan dan proses pengolahan data masih berlangsung.
Rencana Perbaikan Sistem TKA ke Depan
Sebagai tindak lanjut evaluasi, Kemendikdasmen tengah menyiapkan beberapa langkah perbaikan untuk sistem TKA ke depan.
Selain penyederhanaan jumlah gelombang pelaksanaan, pemerintah berencana memperkuat infrastruktur sekolah agar pelaksanaan TKA berjalan efektif dan merata.
Pengembangan framework mata pelajaran baru juga akan dilakukan bertahap agar sekolah dan siswa memiliki waktu adaptasi yang cukup.
Cara Ikut Simulasi TKA Online
Bagi siswa yang ingin mencoba latihan soal, Kemendikdasmen telah menyediakan simulasi TKA secara online. Berikut langkah-langkah simulasi TKA online.
- Akses laman Ayo Coba TKA pada link https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka.
- Pilih Jenjang Pendidikan SMP/MTs/Sederajat.
- Pilih Jenis Mata Pelajaran "Mata Pelajaran Wajib".
- Pilih Mata Pelajaran "Matematika - SMP Sederajat".
- Klik "Mulai Simulasi".
- Siswa akan dialihkan ke halaman login menggunakan username dan password yang disediakan sistem. Kemudian, siswa bisa klik "Login".
- Lengkapi bagian konfirmasi data peserta, tak perlu sebenarnya tidak masalah.
- Isi Token yang tertera di bagian kanan atas layar lalu klik "Submit".
- Siswa akan dialihkan ke halaman konfirmasi tes, selanjutnya klik "Mulai".
- Siswa bisa mengerjakan seluruh soal yang ada di laman simulasi yang berjumlah 30 soal.
Jika sudah selesai, sistem akan memberikan pemberitahuan konfirmasi. Siswa klik "Selesai Tes" untuk mengakhiri tes atau "Kembali" untuk kembali ke halaman tes.
Setelah tes TKA 20 selesai, sistem akan memberikan evaluasi atau review hasil simulasi. Siswa bisa melihat berapa jawaban yang benar dan salah.
Simak Video "Video: 7 Program Prioritas Kemendikdasmen untuk Tingkatkan Kualitas Guru"
(irb/hil)