Pesulap Merah Ungkap Daftar Tamu di Gunung Kawi, Ada Pengusaha MBG

Pesulap Merah Ungkap Daftar Tamu di Gunung Kawi, Ada Pengusaha MBG

Tim detikJatim - detikJatim
Kamis, 21 Mei 2026 13:10 WIB
Wawancara pesulap merah (kanan) dengan juru kunci Keraton Gunung Kawi
Wawancara pesulap merah (kanan) dengan juru kunci Keraton Gunung Kawi (Foto: Tangkapan layar)
Malang -

Pesulap Merah atau Marcel Radhival dibuat syok ketika membaca buku tamu di Keraton Gunung Kawi, Malang. Di antara sekian banyak orang, Marcel menemukan pengusaha Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga pernah datang.

Hal itu terungkap ketika Marcel menelusuri sebuah bangunan yang diklaim menjadi pusat dari Keraton Gunung Kawi Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, itu.

Dalam video penelusuran yang diunggah Marcel di akun media sosialnya. Pertama Marcel menemui tempat sesajen, di mana ada bunga sesaji yang diletakkan bersama beberapa gelas kopi serta air putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sini teman-teman bisa lihat ada beberapa kopi, dan ini ada daftar buku tamu yang mungkin menyampaikan hajatnya apa," kata Marcel seperti dilihat detikJatim, Kamis (21/5/2026).

Marcel sebelumnya telah mengizinkan detikJatim untuk mengutip perjalanan dia mengungkap dugaan pesugihan di Keraton Gunung Kawi tersebut.

ADVERTISEMENT

Sambil memegang buku tamu dengan cover warna biru. Marcel kembali mengingatkan jika hal-hal yang ditemukan di lokasi, sangat bertentangan dengan keyakinan penganut agama Islam.

"Tapi sekali lagi kalau dalam Islam kita gak boleh ngalap berkah ataupun alasannya berdoa di depan patung-patung ini," ujar Marcel.

Pesohor dikenal dengan kontroversialnya ini, kemudian membuka lembaran buku tamu. Ia pun dibuat terkejut ketika membaca nama seorang pengusaha asal luar Malang yang mengisi buku tamu tersebut.

"Usaha rental mobil, MBG. Ada tulisannya MBG di sini juga. Internet, tembakau. Berarti baru dong," ungkap Marcel.

Dia pun meneruskan nama yang tertera dalam buku tamu. Dengan membaca nama diduga warga asal Lampung yang menuliskan telah memiliki utang sebesar Rp 250 juta.

"Lampung tengah utang 250 juta usaha warung. Utang 250 juta dibayar Bu, bukan ditulis," kritik Marcel.

Sebelumnya, saat menemukan daftar buku tamu, Marcel sempat berbincang dengan seorang juru kunci yang mengaku bernama Sunarto.

Juru kunci itu menyebut banyak orang datang untuk mencari berkah atau ngalap berkah di Keraton Gunung Kawi. Bukan hanya warga Malang melainkan juga tamu yang berasal dari luar pulau ataupun luar negeri.

"Banyak yang datang, dari luar pulau sampai luar negeri. Biasanya saat malam Kamis Kliwon atau Selasa Kliwon," ucap Sunarto saat diwawancarai Marcel.

Sang juru kunci juga menegaskan, bahwa Keraton Gunung Kawi merupakan tempat berziarah dan perantara untuk menghaturkan hajat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Namun kembali kepada nasib masing-masing, tapi kebanyakan sukses semua," ujar Sunarto.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads