18 Siswa TK-PAUD di Jember Keracunan Diduga Usai Santap MBG

18 Siswa TK-PAUD di Jember Keracunan Diduga Usai Santap MBG

Yakub Mulyono - detikJatim
Kamis, 21 Mei 2026 12:10 WIB
Dugaan keracunan MBG di Jember
Dugaan keracunan MBG di Jember/Foto: Yakub Mulyono/detikJatim
Jember -

Sebanyak 18 anak Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Jember mengalami keracunan makanan. Insiden ini terjadi setelah mereka menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Seluruh siswa yang bergejala tersebut menerima pasokan makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dapur ini berlokasi di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates, Jember. Akibat kejadian tersebut, belasan anak harus mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Paket makanan MBG tersebut tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (20/5). Tidak lama setelah mengonsumsinya, sejumlah siswa mulai menunjukkan gejala tidak sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa siswa dilaporkan mengalami kondisi lemas dan pucat saat masih berada di lingkungan sekolah. Gejala tersebut kian memburuk saat anak-anak sudah pulang ke rumah.

ADVERTISEMENT

Beberapa anak mengalami muntah-muntah hingga diare. Diketahui, anak-anak yang terdampak ini berasal dari tiga lembaga TK dan PAUD yang berbeda di Jember.

"Empat anak menjalani rawat inap di RSUD Kaliwates. Satu anak dirawat di Puskesmas Kaliwates dan satu lagi di Puskesmas Jemberkidul. Sementara siswa lainnya menjalani rawat jalan," kata Kepala Satgas MBG Jember yang juga Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, Kamis (21/5/2026).

Selanjutnya, kata dia, pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap dapur penyedia makanan tersebut. Fauzi menegaskan akan segera menghentikan operasional dapur SPPG di Jalan Teratai tersebut.

"Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut. SPPG ini sering diingatkan karena sering masuk kanal Wadul Guse atas keluhan masyarakat," ujarnya.

Ke depan, Fauzi memastikan Satgas MBG bersama institusi terkait akan lebih aktif melakukan sidak dan pemeriksaan terhadap dapur-dapur MBG di tingkat kecamatan. Langkah ini diambil guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Bupati Jember menyesalkan kejadian tersebut dan mohon maaf kepada korban, dan orang tua. Semoga kejadian ini adalah kejadian terakhir di Jember," paparnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads