Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani melantik 52 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Uniknya, prosesi pelantikan digelar terbuka di area Pasar Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Senin (18/5/2026).
Bupati Ipuk menegaskan bahwa rotasi jabatan ini dilakukan sebagai langkah penguatan kelembagaan demi mencapai kinerja pemerintahan yang optimal. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk mengubah gaya bekerja dan lebih sering memantau kondisi riil di masyarakat.
"Saya minta pejabat tidak hanya di balik meja. Harus rutin turun ke lapangan, memahami langsung persoalan warga, dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya," tegas Ipuk dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tingkat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II), terdapat sejumlah pergeseran dan promosi jabatan strategis, di antaranya, Alfian dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Ia sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan.
Sementara itu, Dwi Handayani dirotasi menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Lalu ada Nanin Oktaviantie yang kini bergeser menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/DPMPD. Nanin sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan.
Secara khusus, Ipuk memberikan target kepada Kepala Dispora yang baru untuk segera mengoptimalkan peran pemuda dan perempuan melalui ruang-ruang kreatif yang positif.
Selain kepala dinas, sejumlah camat baru juga turut diambil sumpahnya dalam pelantikan tersebut. Mereka yang bergeser posisi antara lain: Abdur Rachman (Camat Giri), Ahmad Subhan (Camat Srono), Satrio (Camat Songgon), Bambang Suryono (Camat Gambiran), Sudharto Setyo (Camat Purwoharjo), dan Khoirul Hidayat (Camat Genteng).
Ipuk menitipkan pesan kuat kepada para camat baru agar mengingat peran mereka sebagai ujung tombak pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Kepada para camat, saya tegaskan camat bukan sekadar administrator di belakang meja. Sifatnya harus dekat, tanggap, dan menjadi pusat solusi tercepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat," pungkasnya.
(auh/abq)
