Sebanyak 210 siswa dan guru mengalami keracunan diduga akibat lauk daging krengsengan dari program MBG olahan SPPG Bubutan, Tembok Dukuh, Surabaya, Senin (11/5). Hasil sampel laboratorium MBG yang dikirim ke BBLK sejatinya dijadwalkan keluar hari ini, Senin (18/5/2026).
Namun, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui hasil uji laboratorium yang menyebabkan ratusan siswa keracunan tersebut.
"Kita belum tahu ya, hasil lab MBG yang dilaporkan belum tahu," kata Eri kepada wartawan di Gedung Pemkot Surabaya, Senin (18/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eri menegaskan bahwa sebelum kejadian keracunan itu sudah ada tim bagian yang memastikan makanan basi atau tidak. Karena aroma dan tampilan tidak ada masalah, MBG pun dibagikan ke siswa.
"Maka secara kasat mata, terlihat mata, secara terlihat mata itu dengan panca indra itu semua makanan dicium dulu, dilihat kondisinya bagus, tidak basi. Setelah itu diberikan kepada anak-anak," ujarnya.
Namun, tampilan dan aroma yang normal, tidak disangka menimbulkan reaksi. Guru yang mencicipi tester dan siswa yang mengonsumsi MBG mengeluh pusing, mual, muntah, hingga diare dan tujuh siswa dirawat inap.
"Tapi setelah 2 jam ada perubahan ada reaksi. Maka ada pemeriksaan, kita lihat hasil lab-nya ini. Karena kemarin simpang siur ono sing ngomong perkara daging, ngomong iki, wah aku diam, sambil menunggu lab-nya. Agar apa? Surabaya ini tenang," jelasnya.
Eri ingin dirinya bisa menyampaikan dengan pasti apa penyebab MBG di Surabaya membuat banyak korban mengalami keracunan berdasarkan hasil laboratorium secara resmi. Dia pun tidak menjelaskan lebih detail apa dugaan keracunan siswa.
Dia tegaskan juga bahwa dirinya meminta anak buahnya untuk diam sampai hasil laboratorium keluar. Kemudian, ketika hasil keluar, akan disampaikan oleh Dinkes Surabaya melalui keterangan secara resmi di hadapan wartawan.
"Maka saya bilang sama temen-temen, diam, tapi sampaikan bahwa ini akan ada tindak lanjut terkait dengan pemeriksaan. Maka hasil itulah yang akan kita nanti sampaikan. Nanti insyaallah akan ada rilis dari temen-temen Kadinkes terkait dengan keracunan ini," pungkasnya.
