Hipertensi Picu 3 Penyakit Mematikan, Ini Penjelasan Dokter

Hipertensi Picu 3 Penyakit Mematikan, Ini Penjelasan Dokter

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Minggu, 17 Mei 2026 22:30 WIB
Ilustrasi Hipertensi
Ilustrasi hipertensi (Foto: Dok. Shutterstock)
Pamekasan -

Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap disebut sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala, namun dapat merusak organ tubuh secara perlahan, terutama ginjal. Jika tidak dikendalikan, maka hipertensi dapat menyebabkan gagal ginjal kronis yang berujung pada kebutuhan cuci darah hingga transplantasi ginjal.

Ginjal memiliki fungsi penting dalam menyaring darah setiap hari untuk membuang racun dan cairan berlebih dari tubuh. Namun, tekanan darah yang terlalu tinggi dapat membuat pembuluh darah di ginjal menyempit, menebal, dan mengalami kerusakan.

Kondisi ini menyebabkan fungsi penyaringan ginjal menurun secara bertahap hingga akhirnya ginjal tidak mampu bekerja secara optimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr. Saifudin, menjelaskan bahwa proses kerusakan ginjal akibat hipertensi berlangsung secara perlahan.

"Awalnya tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah ginjal. Kemudian aliran darah ke ginjal berkurang sehingga proses penyaringan terganggu. Jika berlangsung lama, jaringan ginjal mengalami kerusakan permanen dan racun menumpuk di dalam tubuh. Kondisi inilah yang akhirnya memicu gagal ginjal," ujarnya, Minggu (17/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, gejala hipertensi dan kerusakan ginjal sering kali baru dirasakan saat kondisi sudah cukup parah. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sakit kepala, mudah lelah, jantung berdebar, kaki bengkak, sering buang air kecil pada malam hari, urine berbusa, hingga mual dan muntah.

Saifudin mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mulai menerapkan pola hidup sehat guna mencegah hipertensi sejak dini.

"Banyak orang mengetahui bahaya hipertensi, namun masih kurang peduli untuk mencegahnya. Padahal pencegahan hipertensi sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal," terangnya.

Ia menjelaskan, langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat antara lain rutin memeriksa tekanan darah, mengurangi konsumsi garam, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta rajin berolahraga.

Selain itu, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan alkohol, mengonsumsi obat hipertensi sesuai anjuran dokter, serta memeriksa fungsi ginjal secara berkala juga menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Tekanan darah ideal umumnya berada di bawah 130/80 mmHg. Dengan menjaga tekanan darah tetap stabil, risiko kerusakan ginjal dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan tahun 2025, hipertensi masuk dalam 10 besar penyakit penyebab kematian dan dikenal sebagai pembunuh senyap karena sering tidak menunjukkan gejala.

Saifudin menyebutkan, hipertensi dapat memicu tiga penyakit mematikan, yaitu gagal jantung dengan case fatality rate (CFR) 9,95 persen, gagal ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) dengan CFR 14,74 persen, dan stroke dengan CFR 17,70 persen.

Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan bersama sejumlah organisasi kesehatan menggelar kegiatan skrining kesehatan gratis guna mendeteksi hipertensi sejak dini.

"Mari kendalikan hipertensi sejak dini. Ginjal sehat membuat hidup lebih panjang, aktif, dan berkualitas," tutupnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads