Pengendara di Kota Surabaya diimbau aspada dan menghindari sejumlah jalan protokol pada Sabtu (16/5/2026) malam. Pemkot Surabaya memberlakukan penutupan jalan total dan rekayasa lalu lintas di sepanjang rute parade Surabaya Vaganza 2026 yang tahun ini jalurnya dirancang lebih panjang daripada tahun-tahun sebelumnya.
Parade bunga bertema Festival of Lights: Garden of Hope yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 ini akan mengambil titik start dari kawasan Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember Surabaya.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Kabid Wasdal) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya M Hanang Prasetyo Adi mengatakan penutupan jalan penuh akan dimulai pada Sabtu (16/5) siang. Sementara parade akan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu masyarakat diimbau menghindari ruas jalan di sekitar rute parade dan menggunakan jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar," kata Hanang, Sabtu (16/5/2026).
Hanang menjelaskan, rute Surabaya Vaganza tahun ini melintasi Jalan Pahlawan, Jalan Tembaan, kawasan Gemblongan, Siola, Jalan Tunjungan, depan Hotel Majapahit, Gedung Negara Grahadi, Taman Apsari, Balai Pemuda, Jalan Panglima Sudirman hingga kawasan Monumen Bambu Runcing.
Jalan-jalan yang berada di sepanjang rute tersebut dipastikan akan steril dan ditutup total dari kendaraan umum. Sebagai solusinya, Dishub Surabaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berikut untuk mengurai potensi kemacetan. Simak rekayasa berikut ini.
- Arus kendaraan dari Jalan Bubutan dan Jalan Tembaan dialihkan menuju Jalan Indrapura dan Jalan Semut.
- Kendaraan dari Jalan Veteran menuju Jalan Pahlawan diarahkan melalui Jalan Kebon Rojo dan Jalan Semut.
- Arus kendaraan dari arah Blauran menuju Jalan Praban ditutup sementara dan diarahkan lurus menuju Jalan Bubutan.
- Kendaraan dari Jalan Jagalan menuju Jalan Pasar Besar dialihkan melalui Jalan Peneleh dan Jalan Sulung.
"Untuk kendaraan dari Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo dialihkan ke Jalan Embong Malang," ujarnya.
Selain itu, kendaraan dari Jalan Genteng Kali menuju kawasan Siola juga dialihkan melalui Jalan Undaan. Sedangkan arus dari Jalan Pemuda yang melintasi Jalan Yos Sudarso maupun Jalan Panglima Sudirman akan diarahkan menggunakan lajur kanan.
Bagi warga yang tetap ingin datang menyaksikan parade, Dishub Surabaya telah menyediakan 15 titik parkir resmi. Kantong parkir tersebut tersebar di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya Museum (Gedung Siola), Embong Malang, Alun-Alun Surabaya, hingga sejumlah pusat perbelanjaan seperti Tunjungan Plaza, WTC, dan BG Junction.
"Kawasan Siola menjadi salah satu lokasi parkir utama karena kapasitasnya cukup besar dan aksesnya mudah dijangkau masyarakat," kata Hanang.
Untuk mengamankan jalannya acara dan mengantisipasi kekacauan arus lalu lintas, Dishub menerjunkan sekitar 300 personel gabungan bersama TNI, Polri, Satpol PP, dan perangkat daerah terkait lainnya.
"Petugas Dishub bersama jajaran terkait akan bersiaga di lapangan untuk membantu pengaturan arus lalu lintas serta mengarahkan masyarakat menuju titik parkir yang tersedia," pungkasnya.
(auh/dpe)
