Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung panjang. Penetapan status siaga dilakukan menyusul prediksi BMKG, surat edaran Pemprov Jatim, hingga arahan BPBD Jatim agar daerah rawan segera melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lamongan, Sugeng Widodo mengatakan, musim kemarau di Lamongan diperkirakan mulai berlangsung bertahap sejak April 2026.
"Terdapat tujuh kecamatan yang diprediksi memasuki awal musim kemarau pada April dasarian II, yakni Kecamatan Babat, Modo, Kedungpring, Karanggeneng, Laren, Maduran, dan Sekaran. Kemudian Kecamatan Glagah pada April dasarian III, sementara 19 kecamatan lainnya mulai memasuki musim kemarau pada Mei dasarian I," kata Sugeng Widodo saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (15/5/2026).
Sugeng menjelaskan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat Lamongan berpotensi mengalami musim kemarau lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.
Ia menyebut, hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lamongan juga menjadi dasar penetapan status siaga kekeringan oleh bupati.
"Dalam rangka kesiapsiagaan bencana kekeringan guna mengantisipasi dan meminimalisir dampak bencana, Bupati Lamongan menetapkan Siaga Bencana Kekeringan dg Keputusan Bupati," ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Lamongan telah mengirim surat kepada OPD terkait, UPT Kehutanan, hingga seluruh camat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
"BPBD mengimbau masyarakat melakukan penghematan air dan memanen air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk sektor pertanian, petani diharapkan menyesuaikan pola dan waktu tanam dengan kondisi iklim kering," ungkap Sugeng.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi pemenuhan kebutuhan air bersih dengan melibatkan sejumlah stakeholder. Camat diminta mengaktifkan posko siaga bencana dan melaporkan setiap kejadian maupun data warga terdampak.
"BPBD Lamongan turut berkoordinasi dengan PDAM terkait kesiapan distribusi air bersih apabila sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat terdampak kekeringan," paparnya.
Untuk mendukung penanganan darurat, BPBD Lamongan menyiapkan lima armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter, cadangan air baku bersih sebanyak 150 rit, hingga perlengkapan seperti tandon terpal dan jerigen.
"Posko kesiapsiagaan bencana Kabupaten Lamongan juga selalu siaga melayani masyarakat. Laporan maupun informasi dapat disampaikan melalui WhatsApp 085330274834 atau email," tambahnya.
BPBD Lamongan juga terus berkoordinasi dengan BPBD Jatim dan BNPB terkait langkah penanggulangan bencana kekeringan. Sebelumnya, BPBD Lamongan telah menyalurkan bantuan terpal untuk kebutuhan bendungan sungai di Kecamatan Karangbinangun guna membantu pengairan sawah warga.
Namun hingga kini, distribusi air bersih belum dilakukan lantaran belum ada laporan wilayah yang terdampak kekeringan secara langsung.
"Distribusi air bersih belum dilaksanakan karena belum ada laporan terdampak," pungkasnya.
Simak Video "Video: BMKG Keluarkan Rekomendasi untuk Pertanian di Tengah Kemarau Ekstrem"
(ihc/hil)