Sekitar dua ribu umat mengikuti misa Hari Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Jalan Polisi Istimewa, Surabaya. Hari ini, ada lima misa yang digelar.
Pantauan detikJatim dalam misa yang digelar pukul 10.00 WIB, ribuan umat tampak khidmat dalam ibadahnya. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia hadir dalam misa tersebut.
Ibadah misa tersebut dipimpin RD Robertus Theo Elno Respati. Romo Theo mengatakan, perayaan Kenaikan Yesus Kristus membawa pesan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misa Kenaikan Yesus Kristus di Katedral Surabaya Foto: Aprilia Devi/detikJatim |
"Pertama pesannya adalah bahwa kenaikan Tuhan bukan berarti Tuhan meninggalkan, tetapi senantiasa menyertai. Maka di dalam bacaan Injil yang bagian terakhir dia mengatakan, 'Aku akan senantiasa menyertaimu sampai akhir zaman'," kata Romo Theo, Kamis (14/5/2026).
Ia menyebut, umat dipanggil menjadi saksi kasih dalam perjalanan hidup beriman. Menurutnya, kehadiran Tuhan harus diwujudkan lewat sikap penuh harapan, cinta kasih, dan perdamaian.
"Maka panggilan bagi umat adalah supaya semua umat sungguh menjadi saksi kasih di dalam perjalanan hidup beriman umat Allah," ujarnya.
Perayaan misa Kenaikan Yesus Kristus di Katedral Surabaya sendiri berlangsung seperti ibadah rutin. Hari ini, misa digelar pada pukul 06.00 WIB, 08.00 WIB, 10.00 WIB, 16.30 WIB, dan 18.30 WIB.
"Umat yang hadir kurang lebih 2.000-an setiap ibadah," jelasnya.
Gereja Katedral Surabaya juga menyediakan juru bahasa isyarat untuk memfasilitasi pelaksanaan ibadah yang inklusif bagi umat.
Dalam homilinya, Romo Theo kembali mengingatkan bahwa Tuhan akan selalu menjaga dan menyertai umat hingga akhir zaman.
"Tadi saya menyampaikan soal bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan umatnya. Allah akan senantiasa menjaga, menyertai sampai akhir zaman. Itu pesan yang mau dikatakan di dalam isi homili saya," tuturnya.
Ia berharap umat tetap setia pada janji baptis dan terus mewartakan kasih Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.
"Maka umat sebenarnya dipanggil untuk senantiasa mau setia di dalam janji baptis mereka. Dalam nama Bapa dan Putra Roh Kudus untuk mewartakan kasih Tuhan, menjadi orang-orang yang tetap berpengharapan, punya cinta kasih, dan menyebarkan kedamaian bagi banyak orang," pungkasnya.

