Kasus viral intimidasi terhadap driver ojek online (ojol) dan wisatawan asing asal China yang hendak menuju kawasan wisata Gunung Bromo akhirnya berujung damai. Mediasi digelar di Mapolsek Kademangan, Kota Probolinggo.
Peristiwa tersebut sebelumnya terjadi pada Minggu (10/5) sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Merapi, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.
Video kejadian itu diunggah langsung oleh wisatawan asal China bernama Jenii melalui akun Instagram pribadinya hingga viral di media sosial dan menuai banyak komentar dari netizen dalam maupun luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video tersebut, driver ojol dan wisatawan asing tampak mendapatkan intimidasi dan ancaman dari seorang pria yang diketahui merupakan sopir angkutan wisata Gunung Bromo yang biasa mangkal di kawasan Terminal Bayuangga Kota Probolinggo.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengetahui identitas pria tersebut bernama Suhan (50), warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
Kasus itu kemudian dimediasi bersama sejumlah pihak terkait di Mapolsek Kademangan pada Rabu (13/5/2026). Mediasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Kademangan, Kompol Suharsono, bersama sejumlah anggotanya.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan ojek online Grab, Dinas Perhubungan Pemkot Probolinggo, Organda Probolinggo, Satlantas Polres Probolinggo Kota, hingga perwakilan sopir angkutan umum tujuan wisata Gunung Bromo.
Dalam mediasi tersebut, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan kekeluargaan. Suhan selaku pihak yang memarahi wisatawan asing dan driver ojol juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
"Hasil mediasi ini sangat-sangat bagus buat kami. Kedepannya sudah dikumpulkan semua dari anggota ojek online, Dishub, Organda, Kapolsek Kademangan dan Satlantas Polres Probolinggo Kota. Ini menurut saya sangat bagus," ujar Suhan usai mediasi. Rabu (13/5/2026).
Suhan mengaku menyesali tindakannya dan meminta maaf kepada wisatawan asing yang datang ke Indonesia, khususnya wisatawan asal China yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.
"Saya minta maaf kepada turis-turis asing yang masuk ke Indonesia, terutama turis asing asal China kemarin. Saya minta maaf sebesar-besarnya. Sebenarnya bukan keinginan saya seperti itu, saya cuma ingin mencari rezeki halal untuk kebutuhan keluarga," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Kademangan, Kompol Suharsono mengatakan pihaknya sengaja mempertemukan seluruh pihak terkait agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
"Langkah kami selaku Kapolsek Kademangan karena kejadian berada di wilayah hukum kami, mengundang beberapa instansi terkait mulai dari Dinas Perhubungan Kota, Dinas Terminal, Organda, Satlantas Polres Probolinggo Kota, hingga perwakilan pengemudi," ujarnya.
Menurutnya, hasil mediasi menghasilkan kesepakatan damai antara pengemudi angkutan umum wisata Bromo dan driver ojol.
"Pengemudi Bison angkutan umum tujuan wisata Gunung Bromo dan pengemudi ojek pangkalan sudah kita satukan dan mereka sudah berdamai. Tidak ada lagi perselisihan maupun pertengkaran," jelasnya.
Kompol Suharsono menyebut, emosi pelaku dipicu persoalan persaingan mencari penumpang.
"Pihak driver Bison sudah meminta maaf karena merasa sejak pagi belum mendapatkan penumpang dan menganggap rezekinya diambil oleh ojol," tambahnya.
Ke depan, pihak kepolisian bersama instansi terkait akan kembali menggelar pertemuan guna membahas kesepakatan baru atau memorandum of understanding (MoU) terkait pengaturan penjemputan penumpang di kawasan terminal.
"Nantinya akan ada pertemuan kembali antara Organda, Dishub, Terminal, perwakilan ojol, sopir Bison dan ojek pangkalan untuk membahas kesepakatan bersama agar semua pihak bisa mencari rezeki tanpa perselisihan lagi dan kasus seperti ini tidak terulang," pungkasnya.
