Cuaca Surabaya Hari Ini Berawan, Suhu Capai 32 Derajat Celsius

Mira Rachmalia - detikJatim
Kamis, 14 Mei 2026 04:00 WIB
Cuaca Berawan di Kota Surabaya (Foto: Angely Rahma/ detikjatim)
Surabaya -

Cuaca Surabaya hari ini diperkirakan didominasi kondisi berawan dengan suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius. Meski tidak terlalu terik sepanjang hari, kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni 61 hingga 97 persen, membuat udara di beberapa wilayah terasa lebih gerah, terutama pada siang dan sore hari.

Kondisi cuaca seperti ini umum terjadi saat peralihan musim di Kota Surabaya. Langit cenderung tertutup awan dalam beberapa waktu, tetapi aktivitas masyarakat masih dapat berjalan normal. Warga tetap disarankan menjaga kondisi tubuh karena perubahan suhu dan tingkat kelembapan yang tinggi bisa memicu rasa tidak nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.

Cuaca Surabaya Hari Ini Didominasi Awan

Cuaca berawan membuat sinar matahari tidak sepenuhnya menyengat sejak pagi. Namun, suhu udara di Surabaya tetap tergolong hangat hingga panas saat memasuki siang hari. Pada pagi hari, udara terasa cukup nyaman dengan suhu sekitar 24 derajat Celsius. Memasuki siang hingga sore, suhu meningkat dan dapat mencapai 32 derajat Celsius.

Kondisi langit berawan juga membuat cuaca terasa lebih lembap dibandingkan hari dengan cuaca cerah penuh. Tingginya kelembapan udara hingga 97 persen berpotensi menimbulkan rasa gerah, terutama di kawasan padat perkotaan dan jalan raya dengan aktivitas kendaraan yang tinggi.

Meski belum ada indikasi hujan lebat, warga tetap disarankan membawa perlengkapan seperti payung atau jas hujan ringan saat bepergian. Cuaca berawan terkadang dapat berubah menjadi hujan lokal dalam waktu singkat, terutama pada sore atau malam hari.

Suhu Udara Surabaya Hari Ini Cenderung Hangat

Rentang suhu 24 hingga 32 derajat Celsius menunjukkan cuaca Surabaya masih berada dalam kategori hangat khas kota pesisir. Pada malam hingga dini hari, suhu mulai menurun sehingga udara terasa lebih sejuk dibandingkan siang hari.

Sementara itu, suhu maksimum 32 derajat Celsius diperkirakan terjadi saat intensitas aktivitas masyarakat meningkat, khususnya menjelang siang. Pengendara motor, pekerja lapangan, hingga pelajar tetap perlu memperhatikan asupan cairan tubuh agar tidak mudah mengalami dehidrasi.

Cuaca hangat dengan kelembapan tinggi juga dapat membuat tubuh lebih cepat berkeringat. Oleh sebab itu, penggunaan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat menjadi pilihan tepat untuk mendukung aktivitas harian.

Kelembapan Udara Tinggi Bikin Cuaca Terasa Gerah

Kelembapan udara di Surabaya hari ini berada di angka 61 hingga 97 persen. Kondisi ini menandakan kadar uap air di udara cukup tinggi. Akibatnya, meski langit tidak terlalu cerah, udara tetap bisa terasa panas dan lembap.

Kelembapan tinggi biasanya lebih terasa pada pagi hari setelah subuh dan malam hari setelah matahari terbenam. Selain memengaruhi kenyamanan, kondisi ini juga dapat membuat pakaian terasa lebih lembap dan ruangan menjadi pengap jika sirkulasi udara kurang baik.

Bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan, penting untuk menjaga stamina tubuh. Konsumsi air putih yang cukup dan istirahat yang memadai dapat membantu tubuh tetap fit di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.

Tips Beraktivitas Saat Cuaca Berawan di Surabaya

Cuaca berawan sering dianggap lebih nyaman dibanding cuaca panas terik. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh dan lingkungan sekitar agar aktivitas tetap lancar sepanjang hari.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat cuaca Surabaya berawan:

  • Gunakan pakaian yang ringan dan mudah menyerap keringat.
  • Tetap membawa air minum saat bepergian.
  • Siapkan payung atau jas hujan untuk antisipasi hujan mendadak.
  • Hindari aktivitas terlalu berat di bawah udara lembap.
  • Pastikan ruangan memiliki ventilasi udara yang baik.

Selain itu, pengendara kendaraan juga perlu berhati-hati karena jalanan dapat menjadi licin apabila turun gerimis pada sore atau malam hari.



Simak Video "Video: Angin Kencang di Jakarta Gara-gara Apa, Sih?"

(auh/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork