Sebuah unggahan video rekaman CCTV yang memperlihatkan balita menangis histeris di sebuah toko buah viral di media sosial. Penyebabnya, balita tersebut dicubit oleh emak-emak pembeli buah.
Dalam video yang beredar, tampak seorang penjual buah tengah menggendong anaknya sibuk melayani pembeli. Namun tiba-tiba dari belakang emak-emak pembeli mencubit bagian kaki balita dari belakang.
Balita seketika menangis karena kesakitan dengan histeris. Ibu balita tampak menghibur yang terus menangis histeris sambil tetap melayani pembeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sadar cubitannya membuat menangis, emak-emak tersebut kemudian pura-pura ikut menghibur dengan mengelus-elus kepala balita. Tak lama balita tersebut diturunkan ibunya ke lantai karena harus melayani emak-emak membungkuskan buah.
Dari situ, emak-emak itu kemudian melihat atas dan melihat kamera CCTV. Tampak ia melihat dengan seksama ke arah CCTV tersebut seolah-olah sadar aksinya mencubit telah terekam kamera.
Meski demikian, emak-emak tersebut tetap pura-pura tak melakukan apapun. Ia lantas lalu pergi meninggalkan toko setelah melakukan transaksi pembelian buah. Sedangkan balita tetap menangis karena cubitan.
Dari penelusuran detikJatim, toko buah tersebut berada di Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Kota Sidoarjo. Sedangkan toko buah merupakan milik Muhammad Dian Abdullah Naji (28).
Saat dikonfirmasi, Dian membenarkan video yang viral tersebut di tokonya. Balita yang menangis tak lain adalah anaknya. Sedangkan perempuan yang menggendong balita adalah istrinya. Dian menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (9/5/2026).
"Awalnya istri saya bingung kenapa anak tiba-tiba menangis. Setelah dicek lewat rekaman CCTV, terlihat perempuan itu mencubit anak saya," ujar Dian, Rabu (13/5/2026).
Dian dan istrinya sempat menanyakan aksi emak-emak tersebut. Meski demikian, emak-emak tersebut tetap tak mengakui. Karena masih tak mengakui, ia dan istrinya akhirnya memviralkan rekaman CCTV dan baru mengakui perbuatannya.
"Setelah saya tunjukkan rekamannya (CCTV), baru mengaku," tutur Dian.
Dian mengaku kecewa dengan emak-emak tersebut karena tidak langsung mengakui dan meminta maaf telah membuat anaknya menangis histeris. Padahal aksinya telah terekam jelas di CCTV.
"Saya kecewa karena saat itu tidak langsung mengakui kesalahan atau meminta maaf, padahal anak saya sampai menangis histeris," tutur Dian.
Dian mengatakan, saat ditanya motifnya, pelaku mengaku hanya gemas. Namun ia tetap menyayangkan tindakan pelaku yang awalnya tak mengakuinya. Padahal saat di lokasi, ia telah melihat kamera CCTV.
"Kalau memang gemas, kenapa harus nyubit diam-diam? Terus waktu anak saya nangis juga tidak langsung mengaku atau minta maaf," katanya.
Ia juga menyesalkan permintaan maaf baru disampaikan dua hari setelah kejadian. Pelaku disebut datang bersama suaminya untuk meminta maaf secara langsung sekaligus membuat surat pernyataan tertulis.
"Saya bersyukur sudah datang minta maaf dan bikin surat resmi," ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, pihak pelaku juga meminta agar video CCTV yang telanjur viral di media sosial dihapus. Permintaan tersebut disetujui oleh keluarga korban. Namun menurut Dian, video tersebut sudah lebih dulu menyebar luas di berbagai platform media sosial.
(auh/abq)
