Update Keracunan MBG di Surabaya: Sejumlah Siswa Masih Dirawat

Update Keracunan MBG di Surabaya: Sejumlah Siswa Masih Dirawat

Faiq Azmi, Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 12 Mei 2026 15:45 WIB
Dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh, Surabaya
Dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh, Surabaya. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Dampak keracunan massal akibat program makan bergizi gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, masih dirasakan para siswa. Dari ratusan korban, sejumlah siswa masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, dari total 197 siswa yang terdampak, lima di antaranya masih menjalani rawat inap.

"Dari total 197 siswa, per siang ini ada lima siswa yang masih di-opname (akibat keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh)," kata Emil kepada detikJatim, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emil menegaskan SPPG Tembok Dukuh telah di-suspend oleh BGN akibat menu yang membuat ratusan siswa di kawasan Tembok Dukuh keracunan massal.

"Kita percayakan kepada BGN yang akan memberi sanksi. Dan yang pasti harus ada evaluasi menyeluruh, agar peristiwa ini tidak terjadi lagi," tandasnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Direktur Utama RS Ibu dan Anak IBI Demak, Ramli Tarigan menyebut, masih ada beberapa siswa yang dirawat inap dengan keluhan mual hingga diare.

"Tujuh anak (dirawat inap). Semua rata-rata mual, muntah, mencret (diare)," kata dr Ramli di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026).

dr Ramli menjelaskan, kondisi para pasien berangsur membaik, meski sebagian masih dalam observasi dokter spesialis anak.

"Tiga anak sudah benar-benar baik sama sekali. Ya, nanti tinggal ketika kita menunggu dokter anak. Karena yang untuk memulangkan ataupun juga merawat inap kami itu nanti hak dokter yang memang dokter spesialis anak," jelasnya.

Ia mengatakan, di RS IBI sendiri terdapat 120 lebih siswa yang ditangani saat keracunan MBG pada Senin (11/5).

"Totalnya kemarin pendataan terakhir itu 124 korban. Untuk masing-masing sekolahnya itu ada 9 sekolah. Sekarang tinggal sisa tujuh," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, sejumlah siswa masih menjalani rawat inap usai keracunan massal makan bergizi gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, Senin (11/5/2026). Sementara sebagian besar siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.

Kasus keracunan massal ini menimpa 200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh. Siswa keracunan akibat menu masakan dari SPPG Tembok Dukuh.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads