Sopir Toyota Hiace bernopol BE 7013 AQ muat wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura yang kecelakaan di Bromo ternyata disopiri oleh penumpang. Sopir Hiace bernama Yopi meminta salah satu penumpang asal Bali yang sedang numpang ke Surabaya untuk menggantikannya karena kelelahan.
"Seharusnya sopir asli yang bertanggung jawab dalam perjalanan ini, kok malah pengemudi diganti penumpang yang ikut dalam perjalanan ke Surabaya," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama saat dihubungi detikJatim, Minggu (10/5/2026)
Aditya mengatakan polisi belum bisa melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Yopi selaku sopir asli Hiace tersebut maupun Agung yang menggantikan mengemudi saat kecelakaan diduga akibat rem blong melibatkan 4 kendaraan lain itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami fokus penanganan perkara kecelakaan. Untuk sopir asli Yopi dan Agung sopir pengganti masih belum bisa kami periksa karena masih dalam perawatan medis," ujar Aditya.
Dia menegaskan bahwa Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan di jalur wisata Gunung Bromo itu.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun melibatkan mobil Toyota Hiace rombongan wisatawan asing asal Singapura terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, tepatnya di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Probolinggo pada Sabtu (9/5) siang sekitar pukul 11.45 WIB.
Akibat kecelakaan itu sebanyak 11 orang mengalami luka-luka, termasuk enam orang wisatawan asal Singapura.
Mobil Toyota Hiace bernpol BE 7013 AQ itu diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan turunan menuju arah Surabaya. Kendaraan itu hilang kendali hingga menabrak 4 kendaraan lain terdiri dari mobil Renault Koleos, Toyota Hiace Commuter, Toyota Rush, dan Toyota Alphard.
Sebelum kecelakaan itu terjadi, sopir Hiace tersebut yang bernama Yopi meminta Agung, seorang penumpang asal Tabanan, Bali yang turut dalam perjalanan ke Surabaya untuk menggantikannya mengemudi karena mengaku kelelahan.
Namun saat berada di jalur turunan, kendaraan itu diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman hingga meluncur tak terkendali dengan kecepatan mencapai 70 km hingga 75 km hingga menghantam 4 kendaraan di depannya hingga akhirnya terhenti usai menabrak tiang beton milik PLN.
Kepada petugas Polsek Sukapura saat ditemui di fasilitas kesehatan tempat dirinya dirawat, Agung mengaku dia bukan sopir asli kendaraan itu. Dia hanya diminta untuk menggantikan sementara karena Yopi mengaku lelah.
"Saya bukan sopir asli, saya ini penumpang mobil Hiace ini. Sama Yopi sopir asli Toyota Hiace yang membawa enam wisatawan asal Singapura diminta tolong gantikan menyetir karena mengaku capek dan lelah. Ternyata saat saya kemudikan remnya blong, mobil melaju kencang dan akhirnya menabrak empat kendaraan," kata Agung.
Akibat kecelakaan itu, sebanyak 8 korban masih menjalani perawatan di RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo. Mereka terdiri dari 6 wisatawan asal Singapura, sopir pengganti Agung, serta Yopi selaku sopir kendaraan.
Tidak hanya itu, ada 3 korban dari kendaraan lain yang merupakan keluarga anggota Polri yang berdinas di Dirkrimsus Polda Jatim. Saat kejadian, anggota Polri itu sedang berkendara bersama anak dan istrinya. Ketiganya saat ini dirawat di RSUD Ar-Rozzy Kota Probolinggo.
Akibat kecelakaan ini, korban rata-rata mengalami luka robek di bagian wajah, memar, serta cedera akibat benturan keras. Petugas medis juga melakukan tindakan jahitan terhadap beberapa korban.
(dpe/dpe)
