Ribuan calon jemaah haji asal Kabupaten Pamekasan mulai diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekkah. Sejak pagi hari, para jemaah dari berbagai penjuru daerah tampak berbondong-bondong menuju titik kumpul di area Masjid Syuhada. Bahkan, sebagian jemaah sudah tiba sejak dini hari bersama keluarga pengantar.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Pamekasan, Abdul Halim, mengatakan sebanyak 1.384 jemaah haji asal Pamekasan akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter SUB 73, SUB 74, SUB 75, dan SUB 76.
"Dari jumlah tersebut terdapat 120 jamaah lanjut usia (lansia) dan 10 jamaah disabilitas. Untuk usia, jemaah tertua berusia 96 tahun, sedangkan yang termuda 14 tahun," jelas Abdul Halim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momentum pemberangkatan jemaah haji ini juga menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Pamekasan. Selain para calon jemaah, masyarakat yang ikut mengantarkan keluarga mereka turut memadati kawasan sekitar titik kumpul sejak pagi hari.
Untuk membantu mobilitas jemaah dan masyarakat, petugas menyiapkan pangkalan ojek di sejumlah pintu masuk menuju lokasi pemberangkatan. Ojek tersebut disiagakan oleh personel gabungan dari unsur kepolisian dan TNI.
Aipda Indah Suci, polwan yang bertugas sebagai juru ojek, mengaku senang bisa membantu para calon jemaah haji.
"Apel tadi pukul 6 pagi, pukul 6.30 sudah standby di pangkalan Jalan Jokotole. Alhamdulillah sudah mengangkut sekitar 20 lebih jemaah gratis," terangnya dengan senyum gembira, Sabtu (10/5/2026).
Hal serupa disampaikan Serda Abdussalam, anggota TNI dari Kodim 0826 Pamekasan yang juga bertugas sebagai juru ojek jemaah.
"Sudah tidak terhitung mas, Alhamdulillah ojek berjalan lancar," jelasnya.
Ribuan Jemaah Haji Pamekasan Diberangkatkan dalam 4 Kloter. Polisi dan TNI Jadi Juru Ojek Gratis Saat Pemberangkatan Haji Pamekasan Foto: Akhmad Zaini Zen/ detikjatim) |
Sementara itu, Kepolisian Resor Pamekasan juga menerapkan rekayasa lalu lintas dan penutupan sejumlah ruas jalan selama proses pemberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Pamekasan Tahun 1447 H/2026 M. Penutupan arus lalu lintas dijadwalkan berlangsung pada 9-10 Mei 2026 mulai pukul 18.00 WIB hingga kegiatan selesai.
Kebijakan itu dilakukan guna memastikan kelancaran dan keamanan proses pemberangkatan jemaah menuju titik keberangkatan. Sejumlah simpang utama di kawasan Kota Pamekasan ditutup total dan arus kendaraan dialihkan ke jalur alternatif.
Berdasarkan skema rekayasa lalu lintas Satlantas Polres Pamekasan, terdapat tujuh titik penutupan arus kendaraan, yakni:
- Simpang 4 Pos 1 Jalan Jokotole ditutup total. Arus dari arah Sumenep dialihkan ke Jalan Jingga.
- Simpang 4 Binamarga ditutup total. Pengendara diarahkan melalui Jalan Kemuning dan Jalan Balaikambang.
- Simpang 3 Cemerlang ditutup total. Arus dari Jalan Trunojoyo dialihkan menuju Jalan Niaga.
- Simpang 3 Pasar Sore ditutup total. Kendaraan dari arah Jalan Kabupaten dialihkan ke Jalan Parteker.
- Simpang 3 Jalan Kesehatan ditutup total dari arah Balaikambang dan dialihkan ke Jalan Agus Salim.
- Simpang 3 Goyang Lidah ditutup total dan arus lalu lintas diarahkan menuju Jalan Agus Salim.
- Simpang 4 Pos 3 Pegadaian ditutup total. Arus dari arah Jalan Segara dialihkan ke Jalan Kabupaten dan Jalan Amin Jakfar.
"Petugas kepolisian juga akan disiagakan di sejumlah titik penutupan dan pengalihan arus untuk membantu pengendara serta mengurai kepadatan lalu lintas selama proses pemberangkatan jamaah berlangsung," terang Kasatlantas Polres Pamekasan AKP Edi Sugiantoro, Kamis (10/5/2026).
Masyarakat diimbau untuk menghindari ruas jalan yang terdampak penutupan sementara dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran bersama.

