Komplotan joki UTBK melibatkan mahasiswa cumlaude, dokter, hingga aparatur sipil negara (ASN) terbongkar. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok mengungkap mayoritas peserta yang memanfaatkan joki adalah peserta tes program studi kedokteran.
"Lebih dari 90% kasus kecurangan terutama yang berkait joki itu memilihnya prodi kedokteran," kata Prof Eduart kepada wartawan di Gedung Rektorat Unesa, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, program studi kedokteran masih menjadi jurusan favorit bagi calon mahasiswa baru karena dianggap memiliki prospek masa depan yang menjanjikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, di tengah tingginya minat itu ada sebagian peserta yang memilih jalan pintas dengan menggunakan jasa joki demi bisa lolos seleksi.
"Iya, karena memang saat ini jurusan kedokteran dianggap masih sebuah jurusan yang bergengsi, menjanjikan masa depan yang lebih baik," jelasnya.
Prof Eduart mengatakan pihaknya sebenarnya telah melakukan mitigasi sejak tahun lalu. Karena itu, berbagai bentuk kecurangan pada pelaksanaan UTBK tahun ini dapat dideteksi lebih awal.
Sebagai langkah antisipasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi, SNPMB menyiapkan sanksi berat bagi peserta maupun pelaku perjokian.
"Peserta itu akan kita blacklist. Kemudian bagi pelaku joki yang masih tercatat sebagai mahasiswa aktif itu bisa saja dikeluarkan dari kampus," tegasnya.
(ihc/dpe)











































