Pemprov Kaji Bus Trans Pasuruan Terkoneksi dengan Koridor I dan VI

Pemprov Kaji Bus Trans Pasuruan Terkoneksi dengan Koridor I dan VI

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 07 Mei 2026 18:30 WIB
Bus Trans Jatim yang diduga ugal-ugalan di Sidoarjo
Bus Trans Jatim (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan tengah mengkaji rencana koridor baru Bus Trans Jatim di Pasuruan. Rencananya, Bus Trans Jatim Pasuruan akan terkoneksi dengan dua koridor lama Bus Trans Jatim.

"Kami lakukan kajian saat ini untuk Bus Trans Jatim koridor Pasuruan. Jadi kami akan kaji terkait supply dan demand di sana," kata Kabid Angkutan Darat Dishub Jatim Ainur Rofiq saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (7/5/2026).

Rofiq membeberkan Bus Trans Jatim Pasuruan nantinya bila beroperasi akan terkoneksi dua koridor lama Bus Trans Jatim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemungkinan terkoneksi dengan Bus Trans Jatim Koridor I dan Bus Trans Jatim Koridor VI. Dua koridor ini bisa terkoneksi dengan Bus Trans Jatim Pasuruan karena rencananya rute Bus Trans Jatim Pasuruan titiknya dari Terminal Porong," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Rofiq mengatakan Dishub Jatim juga akan membangun komunikasi dengan transportasi existing yang ada di Pasuruan. Komunikasi ini dilakukan untuk mencari jalan tengah terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan.

"Koordinasi dan komunikasi dengan angkutan existing, karena angkutan existing di Pasuruan itu banyak yang beroperasi," jelasnya.

Rofiq menambahkan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Pasuruan dan Pemkot Pasuruan terkait Bus Trans Jatim Koridor Pasuruan.

"Selain itu kami perlu koordinasi dengan Pemkab Pasuruan dan Pemkot Pasuruan. Kami akan komunikasi dengan semua pihak agar Bus Trans Jatim Pasuruan nantinya bisa beroperasi dengan baik," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merespons salah satu aspirasi buruh dalam aksi May Day 2026 terkait pengembangan layanan transportasi Trans Jatim. Salah satunya adalah usulan pembukaan koridor baru yang menjangkau kawasan industri di Pasuruan.

Khofifah menyebut, permintaan tersebut telah dibahas bersama perwakilan buruh, khususnya untuk mempermudah akses pekerja menuju kawasan industri seperti PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang).

"Kemudian harapan mereka untuk kita membuka koridor 8 melalui Pasuruan. Ini juga sudah kita bahas bersama mereka. Karena semula koridor 8 dan 9 itu kan kita rencanakan memaksimalkan Malang Raya. Tapi mereka ingin bahwa akses untuk buruh, terutama yang melewati PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang), itu bisa diprioritaskan," ujar Khofifah di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan, pembukaan koridor baru Trans Jatim tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan koordinasi lintas pihak, mulai dari penentuan titik pemberhentian hingga komunikasi dengan pengemudi angkutan lokal.

"Maka tadi yang mereka sampaikan, tahun depan mudah-mudahan sudah bisa kita buka koridor Pasuruan. Karena memang kita harus koordinasi titik-titik pemberhentian dari Trans Jatim, dan kemudian koordinasi dengan para sopir-sopir angkot setempat, dan tentu adalah support dari kepala daerah setempat. Jadi itu yang mereka sampaikan," jelasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads