Mata Disembur Ular Kobra, Warga Pamekasan Dilarikan ke RSUD

Mata Disembur Ular Kobra, Warga Pamekasan Dilarikan ke RSUD

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Kamis, 07 Mei 2026 09:27 WIB
Korban semburan ular kobra saat dirawat di RSUD Pamekasan
Korban semburan ular kobra saat dirawat di RSUD Pamekasan/Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim
Pamekasan -

Wawan Awaludin Husna, warga Kecamatan Pademawu, Pamekasan, terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit setelah terkena semburan racun ular kobra pada bagian mata. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (6/5/2026) sore saat korban hendak keluar rumah untuk mengantarkan istrinya ke rumah sakit.

Menurut keterangan Anam, sahabat korban, ular tersebut tiba-tiba mengangkat tubuhnya, membuka tudung leher, lalu menyemprotkan racun ke arah wajah korban. Dalam hitungan detik, korban langsung merasakan perih hebat pada mata dan mengalami gangguan penglihatan.

"Dia mau nganter istrinya ke rumah sakit, tiba-tiba ada ular masuk pintu rumah, saat mau dipentung kepalanya gak kena hanya mengenai ekor, namun tiba-tiba ular tubuhnya mulai berdiri dan menyemburkan racun," terang Anam, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban akhirnya berhasil membunuh ular tersebut. Meski demikian, dalam kondisi sadar dan mulai merasakan perih pada mata, korban tetap bergegas berangkat ke rumah sakit untuk mengantarkan istrinya sekaligus mendapatkan penanganan medis.

ADVERTISEMENT

Petugas medis menyatakan korban mengalami iritasi serius pada mata akibat paparan bisa ular.

"Tadi sempat disemprot menggunakan cairan infus,katanya jika telat penanganan bisa berakibat fatal terhadap penglihatan korban," lanjut Anam.

Diketahui, ular kobra jenis tersebut termasuk dalam kelompok spitting cobra atau kobra penyembur yang mampu menyemprotkan racun melalui taring depan hingga jarak sekitar 1-2 meter dengan sasaran utama mata.

Paparan racun dapat menyebabkan nyeri hebat, peradangan, hingga berisiko menyebabkan kebutaan jika tidak segera ditangani.

Secara fisik, kobra penyembur hampir sama dengan kobra Jawa pada umumnya. Namun, jenis ini memiliki gerakan kepala aktif seolah mengunci target, terutama ke arah mata manusia atau hewan. Selain itu, ular juga biasanya mengeluarkan bunyi desisan keras sebagai peringatan sebelum menyemprot atau menyerang.

Warga diimbau lebih waspada saat beraktivitas di area yang berpotensi menjadi habitat ular. Jika menemukan ular kobra, masyarakat diminta tidak mencoba menangkap sendiri dan segera menghubungi petugas berwenang.

Pihak rumah sakit juga mengingatkan bahwa penanganan pertama pada kasus seperti ini adalah segera membilas mata menggunakan air bersih tanpa digosok sebelum mendapatkan perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads