Santri Bunuh Diri di Pondok Pesantren Gresik Diduga Usai Ditegur Pengasuh

Santri Bunuh Diri di Pondok Pesantren Gresik Diduga Usai Ditegur Pengasuh

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Kamis, 07 Mei 2026 07:30 WIB
Santri ponpes di Gresik diduga bunuh diri dievakuasi petugas.
Santri ponpes di Gresik diduga bunuh diri dievakuasi petugas. (Foto: Istimewa)
Gresik -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Remaja berinisial RAS ditemukan tak bernyawa usai gantung diri di area belakang salah satu Pondok Pesantren kawasan Kedamean, Gresik. Remaja 15 tahun itu diketahui seorang santri yang sudah 3 tahun berada di pondok itu.

"Sudah 3 tahunan mondok di sana. Korban masih pelajar SMP," kata Kapolsek Kedamean Ekwan, Rabu (6/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ekwan menjelaskan dari hasil pemeriksaan saksi, korban sempat kepergok pengasuh Ponpes mengambil laptop. Itu setelah korban menggunakan laptop milik Ponpes di Mushola yang seharusnya laptop tersebut berada di Laboratorium.

"Kemudian, korban ditegur oleh pengasuh pondok karena menggunakan laptop sembarang tanpa izin dari pengasuh pondok," tambah Ekwan.

ADVERTISEMENT

Ekwan menambahkan setelah ditegur oleh pengasuhnya, korban lantas menceritakan kepada santri lainnya bahwa dirinya malu usai kepergok pengasuh telah mengambil laptop dari laboratorium. Korban pun mengatakan akan bunuh diri dari pada malu.

"Sempat bilang ke saksi (santri lainnya) kalau mau bunuh diri. Namun para saksi mengira itu hanya bercanda," tambah Ekwan.

Tak berselang lama, lanjut Ekwan, para saksi melihat korban membawa tali tampae dari dalam gudang menuju pekarangan belakang pondok. Karena tak kunjung kembali, para saksi berusaha mencari ke arah yang dituju korban.

"Setelah mencari di area pekarangan belakang pondok, korban ditemukan tak bernyawa dalam keadaan tergantung menggunakan tali tampar yang dikaitkan pada pohon," tutur Ekwan.

Melihat kejadian itu saksi melaporkan kepada pengasuh pondok dan kemudian pengasuh pondok melaporkan ke Polsek Kedamean. Dari hasil visum yang dilakukan tim forensik, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

"Dari hasil penyelidikan tim Inafis, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban. Memang murni bunuh diri," pungkasnya.

Hal yang sama dikatakan oleh warga setempat. Dari informasi yang diperoleh, korban sempat mengambil laptop di kantor pondok pesantren. Setelah ditegur oleh pengasuhnya, korban takut dan malu jika sampai dikatakan kepada orang tuanya.

"Infonya ambil laptop di kantor pondok. Terus ketahuan pengasuhnya, dia takut kalau dibilang ke orang tuanya. Padahal sudah ngomong lo sama teman-temannya, kalau mau bunuh diri, tapi karena di kira bercanda. Tapi pas mau sholat ashar, dicariin malah ketrmu gantung diri," kata warga sekitar yang tak mau disebutkan namanya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads