Pemkot Surabaya kembali menggelar Festival Rujak Uleg sebagai bagian agenda tahunan dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun 2026. Festival yang sudah berlangsung sejak 2004 itu kini memasuki penyelenggaraan ke-21 dengan tema "Rujak Phoria: Festival Rujak Menyambut Pesta Sepak Bola Dunia."
Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung Sabtu (9/5/2026), di Surabaya Expo Center, Jalan Kusuma Bangsa No 116 mulai pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menyebut tema yang diangkat terinspirasi dari kemeriahan Piala Dunia 2026 dengan menggabungkan semangat olahraga sepakbola yang merakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini sebagaimana sama merakyatnya dengan rujak cingur sebagai warisan budaya kuliner khas Surabaya," ujarnya kepada detikJatim, Rabu (6/5/2026).
Tema tersebut nantinya dapat terlihat dari properti maupun busana dengan unsur pernak-pernik bendera negara, bola, sepatu, hingga atribut suporter. Selain itu, peserta juga dapat mengadaptasi visual arena pertandingan seperti lapangan, gawang, maupun stadion.
Dari sisi kostum, peserta juga didorong menampilkan karakter yang identik dengan dunia sepakbola, mulai dari pemain, wasit, hingga suporter. Namun demikian, Herry menegaskan bahwa seluruh peserta dilarang untuk menampilkan logo, atribut resmi, maskot, maupun identitas merek Piala Dunia 2026 dalam setiap karya yang ditampilkan.
Festival ini menghadirkan dua lomba utama, yakni Lomba Rujak Uleg dan Lomba Fashion Show. Lomba Rujak Uleg diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas, instansi, hotel, restoran, sekolah, universitas hingga masyarakat umum, dengan setiap tim terdiri dari empat orang.
"Jumlah peserta Lomba Rujak Uleg tahun ini tercatat mencapai 137 tim dengan total 548 peserta," kata Herry.
Sementara itu, Lomba Fashion Show yang mengusung konsep sport fashion bertema "Surabaya World Fashion Carnival" diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan, dengan total 66 tim atau 132 peserta.
Tak hanya itu, festival ini juga menghadirkan partisipasi dari daerah lain melalui kategori Rujak Nusantara yang diikuti oleh tiga kabupaten, yakni Sumenep, Sampang, dan Kediri.
Beragam rangkaian kegiatan turut memeriahkan acara ini, mulai dari nguleg massal menggunakan cobek besar, lomba rujak uleg, lomba fashion show, pembagian rujak gratis kepada pengunjung, hingga games zone. Selain itu, tersedia pula tenant Rujak Nusantara serta lomba vlog yang menambah daya tarik festival.
Dalam ajang ini, panitia menyiapkan sejumlah kategori penghargaan. Untuk Lomba Rujak Uleg, akan dipilih 40 pemenang Penyaji Terbaik non-rangking dari seluruh peserta kecuali peserta kehormatan.
Kategori Rujak Kreasi khusus hotel dan restoran akan menghasilkan sembilan pemenang yang terbagi dalam Juara I, II, dan III. Sementara itu, kategori peserta kehormatan akan memperebutkan 10 pemenang yel-yel terbaik.
Adapun untuk Lomba Fashion Show, kategori pemenang akan diberikan kepada 20 peserta terbaik dari OPD dan kecamatan.
Ketua Tim Kerja Pengembangan Seni dan Budaya Disbudporapar Surabaya, Rina Wahyuni, menyebutkan bahwa Festival Rujak Uleg 2026 menargetkan hingga 10 ribu pengunjung.
"Nantinya akan ada sekitar 2.500 porsi rujak yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat," tutur Rina.
Dari sisi pengamanan, panitia tetap menerapkan sistem barikade seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, pada tahun ini pengunjung disebut dapat menikmati acara dengan jarak yang lebih dekat dengan peserta maupun cobek raksasa yang menjadi ikon utama festival.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, panitia juga menyiapkan sistem sirkulasi keluar-masuk melalui pintu gate yang telah diatur. Sejumlah fasilitas tambahan turut disediakan, seperti toilet, musala, serta area UMKM sebanyak 24 booth yang akan meramaikan festival.
Selain itu, panitia juga menyiapkan dua cobek raksasa, masing-masing untuk kebutuhan acara utama dan satu cobek berukuran lebih kecil yang difungsikan sebagai area photobooth. Rina menyebut proses pemasangan cobek tersebut dijadwalkan mulai dilakukan pada Kamis malam sebelum acara berlangsung.
Dengan berbagai persiapan itu, Festival Rujak Uleg 2026 diharapkan dapat berlangsung meriah sekaligus memberikan pengalaman yang nyaman bagi masyarakat yang hadir.
