389 Jukir Surabaya Diganti karena Tolak Parkir Digital

389 Jukir Surabaya Diganti karena Tolak Parkir Digital

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 05 Mei 2026 18:45 WIB
Plt Kepala Dishub Surabaya Trio Wahyu Bowo.
Plt Kepala Dishub Surabaya Trio Wahyu Bowo.Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Surabaya -

Program digitalisasi parkir di Surabaya mulai berjalan sejak Mei 2026. Namun, ratusan juru parkir (jukir) yang tidak mendukung kebijakan tersebut, dipastikan akan diganti oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.

Plt Kepala Dishub Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Paguyuban Jukir Surabaya (PJS). Hasilnya, ditemukan ratusan jukir yang tidak melakukan perpanjangan kartu tanda anggota (KTA) sebagai bentuk dukungan terhadap sistem parkir digital.

"Ada kurang lebih 389 jukir yang tidak mau memperpanjang KTA-nya. Ya, jadi saya ulangi 389 petugas parkir ini yang tidak mau memperpanjang KTA-nya," tegas Trio kepada wartawan di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Trio, jukir yang tidak memperpanjang KTA tersebut terpaksa diganti dengan petugas baru yang bersedia mengikuti sistem parkir digital dan melengkapi administrasi.

ADVERTISEMENT

"Terhadap 389 terpaksa akan kami ganti, karena nantinya setelah kami evaluasi, kami akan merekrut petugas parkir yang baru. Mereka memperpanjang KTA saja enggan atau tidak mau atau tidak ada keinginan untuk memperpanjang kartu tanda anggota sebagai petugas parkir atau sebagai juru parkir," jelasnya.

Dishub Surabaya sebenarnya telah memberikan waktu cukup panjang bagi para jukir untuk memperpanjang KTA, yakni sejak Januari hingga Mei 2026. Namun, hingga batas waktu tersebut masih ada ratusan jukir yang belum melakukan validasi.

"Silakan, kami pemerintah kota sudah memberi waktu yang cukup. Dari bulan 1 (Januari), harusnya sih akhir tahun di 2025 Desember 31 itu mereka semua berdatangan untuk memperpanjang. Tetapi sampai dengan bulan 5 (Mei) ini data kami yang ada itu 389 juru parkir tidak memvalidasi KTA-nya atau tidak memperbarui KTA," katanya.

Selain itu, Dishub juga mengaku telah melakukan sosialisasi secara masif kepada para jukir dan masyarakat terkait kebijakan ini. Namun, sebagian jukir tetap tidak melakukan perpanjangan KTA.

Sebagai tindak lanjut, Dishub Surabaya bersama Polrestabes Surabaya dan TNI akan melakukan penertiban terhadap jukir tidak resmi di lapangan.

"Tetapi saya tegaskan lagi terhadap 389 yang tidak memperpanjang KTA itu pasti akan kami ganti dengan petugas parkir yang lain," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads