Pelayanan Ketus di Kayutangan Heritage Malang Dikeluhkan Wisatawan

Pelayanan Ketus di Kayutangan Heritage Malang Dikeluhkan Wisatawan

Anastasia Trifena - detikJatim
Senin, 04 Mei 2026 13:45 WIB
Suasana di Kampung Kayutangan Heritage.
Suasana di Kayutangan Heritage.(Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Usai fenomena 'getok parkir', Wisata Kayutangan Heritage kembali jadi sorotan. Kali ini, keluhan datang dari wisatawan yang menilai pelayanan warga setempat terkesan ketus, ditambah sistem tiket masuk yang dinilai membingungkan.

Keluhan itu viral usai diunggah akun TikTok @dintdan dengan tajuk "Piye Tanggapanmu soal Tiket Masuk Kampung Kayutangan?". Hingga Senin (4/5/2026), unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 260 ribu kali.

Dalam carousel itu, pemilik akun bernama Dinta membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat berkunjung ke Kampung Kayutangan Heritage. Warga setempat kerap meneriaki wisatawan, "tiketnya mana?" tanpa memberi pengertian yang jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, ia juga mendengar celetukan bernada ketus jika wisatawan tak mengerti apabila harus membayar tiket.

ADVERTISEMENT

"Wisata yo mbayar (bayar)," begitu ucapan yang disebut dilontarkan warga setempat kepada wisatawan.

Unggahan tersebut menuai beragam komentar warganet. Tak sedikit yang mengalami kejadian serupa.

Warganet @ochiii berkomentar, "lah aku kan gatau kalo ke toilet situ juga harus bayar tiket masuk, ya aku ke toiletnya (kebetulan toiletnya tuh deket bgt sm loket. kaya depan2an gt) aku kira cm bayar toilet aja soalnya aku gamasuk kan. eh disuruh bayar, diteriakin kek maling 'WONG ENDI SE IKI GAK ERO LEK MELBU KENE BAYAR'"

Warga setempat bahkan juga diminta untuk membayar, sebagaimana ditulis oleh @cantikaa, "aku padahal warlok kayutangan kalo masuk suka ditanya tiket jir, padahal rumahnya dalem kampung ini."

Kewajiban membayar tiket ini menjadi masalah karena pintu masuk Kayutangan yang tidak berpusat pada satu titik. Cara penyampaian kepada pengunjung yang dinilai kurang ramah pun memperkeruh suasana dan membuat wisatawan menjadi enggan berkunjung.

Saat dikonfirmasi detikJatim, Dinta membenarkan peristiwa dalam video tersebut. Perempuan asal Kediri itu mengatakan kejadian itu ia lihat saat berkunjung ke Kampung Kayutangan untuk kedua kalinya bersama temannya yang merupakan warga asli Malang.

Menurutnya, sistem ticketing di Kayutangan dinilai belum tertata rapi dan membuat pengunjung bingung.

"Pas masuk ke Kayutangannya saya menikmati, yang bikin gak nyaman menurut saya cuma tiket masuknya. Kalau emang mau ada pembayaran tiket seharusnya lebih dipertegas lagi tempat loketnya," ujar Dinta, Senin (4/5/3026).

Ia menilai, petugas seharusnya tetap berjaga di loket agar alur masuk wisatawan lebih jelas. Sebab, menurutnya, masih ada sejumlah pengunjung yang bisa masuk tanpa membayar.

"Mereka juga harus stay di loket karena ada beberapa orang yang gak bayar tiket," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads