Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Kematian Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, berinisial MJ (56), mengejutkan warga setempat. Ia ditemukan tak bernyawa di ruang kerjanya pada Minggu (3/5/2026) sore.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan balai desa, Khosim. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke warga hingga akhirnya ditangani aparat kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta-fakta Kades Buncitan Ditemukan Tewas di Kantor:
1. Ditemukan Petugas Kebersihan Saat Kondisi Ruangan Gelap
Khosim menjadi orang pertama yang menemukan korban. Petugas kebersihan ini awalnya merasa curiga karena suasana balai desa tidak seperti biasanya dan ruang kepala desa dalam kondisi gelap meski hari belum terlalu malam.
Ia kemudian memeriksa ke dalam ruangan karena tidak mendapat respons saat memanggil korban dari luar.
"Saya panggil dari luar, tapi tidak ada jawaban. Saya kira beliau sedang istirahat," ujarnya saat ditemui detikJatim di lokasi, Minggu (3/5/2026).
2. Awalnya Curiga Motor Masih Terparkir
Kecurigaan Khosim muncul sejak awal ketika melihat sepeda motor milik kepala desa masih berada di depan kantor hingga sore hari, padahal biasanya kendaraan tersebut sudah tidak ada jika korban telah pulang dari aktivitasnya.
Hal itu membuatnya merasa ada sesuatu yang tidak biasa sebelum akhirnya menemukan korban di dalam ruangan.
"Saya curiga karena kendaraan Pak Lurah masih ada. Biasanya kalau sudah pulang tidak ada di sini," kata Khosim.
3. Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Sofa
Saat masuk ke dalam ruang kerja dan menyalakan lampu, Khosim mendapati korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di atas sofa, dengan situasi yang membuatnya langsung panik dan bergegas meminta bantuan warga sekitar. Temuan itu menjadi awal terungkapnya peristiwa tragis yang menimpa kepala desa tersebut.
"Melihat Pak Kades terlihat duduk di sofa ruang kerja, tapi ada tali yang mengikat lehernya. Saya langsung panik, keluar minta tolong warga sekitar dan Pak RW," tambahnya.
4. Korban Dikenal Sosok Baik dan Dekat Warga
Di mata warga, MJ dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan mudah bergaul, sehingga kabar kematiannya membuat banyak pihak terkejut karena tidak terlihat adanya masalah mencolok sebelumnya. Khosim pun mengaku tidak pernah melihat tanda-tanda mencurigakan dari perilaku korban selama ini.
"Setahu saya orangnya baik, biasa saja, dekat dengan warga. Tidak kelihatan ada masalah," ungkapnya.
5. Polisi Evakuasi Jenazah ke RS Bhayangkara
Setelah laporan diterima, aparat kepolisian langsung datang ke lokasi dan melakukan penanganan awal sebelum mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi guna memastikan penyebab kematian. Proses ini masih berlangsung dan menjadi bagian dari penyelidikan yang dilakukan polisi.
"Memang benar, saat ini jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan autopsi," ujar Kapolsek Sedati, Iptu Masyita Dian Sugianto.
6. Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi kejadian, sementara jenazah korban telah ditempatkan di Instalasi Kedokteran Forensik. Kapolresta Sidoarjo juga terlihat turun langsung memantau proses penanganan kasus ini.
Simak Video "Video: Viral Pelajar Terpapar HIV di Sidoarjo Capai 522 Orang, Dinkes Buka Suara "
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)
