Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya, Target Beroperasi Juli 2026

Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Surabaya, Target Beroperasi Juli 2026

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 03 Mei 2026 20:20 WIB
Mensos Gus Ipul meninjau perkembangan pembangunan SR di Kedung Cowek, Surabaya
Mensos Gus Ipul meninjau perkembangan pembangunan SR di Kedung Cowek, Surabaya. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kedung Cowek, Surabaya. Ia memastikan fasilitas pendidikan siap beroperasi pada Juli 2026.

Gus Ipul menjelaskan, Surabaya menjadi satu di antara lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini tengah berjalan secara masif di berbagai daerah.

"Alhamdulillah, di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum," kata Gus Ipul di Surabaya, Minggu (3/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total tersebut, sebanyak 67 titik ditargetkan rampung tepat waktu. Sementara sisanya, meski belum sepenuhnya selesai, tetap diupayakan bisa digunakan secara fungsional.

ADVERTISEMENT

"Sehingga pada bulan Juli yang akan datang, gedung permanen Sekolah Rakyat itu sudah bisa digunakan di 90 lebih titik," jelasnya.

Untuk Jawa Timur, terdapat 18 lokasi pembangunan, termasuk di Surabaya. Gus Ipul juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan dan pemenuhan berbagai persyaratan pembangunan.

Di Sekolah Rakyat Kedung Cowek, fasilitas yang disiapkan ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Sarana pendukung meliputi perpustakaan, asrama, laboratorium, UKS, hingga fasilitas ekstrakurikuler.

Pada tinjauan tersebut, Sekjen PBNU ini juga menyempatkan meninjau satu persatu fasilitas dan berdialog dengan para pekerja. Ia mengapresiasi capaian pembangunan fasilitas pendidikan baru tersebut.

"Yang kita harapkan ini benar-benar menjadi tempat belajar-mengajar dengan lingkungan yang berkualitas," katanya.

Mantan Wagub Jatim ini menyebut program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu, khususnya anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Ia menegaskan, pola perekrutan siswa Sekolah Rakyat berbeda dari sekolah pada umumnya.

"Tidak membuka pendaftaran, perekrutan siswa baru menggunakan penjangkauan sebab siswa merupakan warga yang terdata kurang mampu. Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Yang ada adalah penjangkauan, terutama untuk anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah maupun yang berpotensi putus sekolah," tegasnya.

"Dalam proses seleksi, tidak ada tes akademik. Penentuan siswa didasarkan pada kondisi sosial ekonomi, khususnya dari keluarga dalam kategori desil 1 dan 2," tandasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads