Kabupaten dan Kota di Jawa Timur yang Rayakan Hari Jadi di Bulan Mei

Kabupaten dan Kota di Jawa Timur yang Rayakan Hari Jadi di Bulan Mei

Anastasia Trifena - detikJatim
Minggu, 03 Mei 2026 19:30 WIB
Kabupaten dan kota di Jawa Timur yang merayakan hari jadi di bulan Mei.
Kabupaten dan kota di Jawa Timur yang merayakan hari jadi di bulan Mei. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Bulan Mei jadi momen spesial bagi sejumlah daerah di Jawa Timur yang bertambah usia. Perayaan hari jadi dikemas sedemikian rupa di tiap daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah berdirinya masing-masing wilayah.

Di bulan Mei, tercatat ada tiga kabupaten dan kota di Jatim yang merayakan hari jadi, Surabaya salah satunya. Sejarah Jawa Timur sendiri tak lepas dari perannya sebagai pusat kekuasaan kerajaan besar seperti Medang, Kahuripan, Kediri, Singasari, hingga Majapahit yang mencapai puncak kejayaan pada abad ke-14.

Seiring perkembangan zaman, wilayah-wilayah tersebut kemudian bertransformasi menjadi daerah administratif atau kabupaten dan kota yang ada saat ini. Tak heran, sejumlah daerah masih menyimpan keterkaitan erat dengan sejarah kerajaan-kerajaan besar tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keterkaitan sejarah itu pula yang akhirnya menjadi dasar penetapan hari jadi di masing-masing daerah. Lantas, kabupaten dan kota mana saja di Jawa Timur yang merayakan hari jadi di bulan Mei?

ADVERTISEMENT

Kabupaten dan Kota di Jawa Timur Rayakan HUT di Mei

Peristiwa penting seperti berdirinya pemerintahan, penobatan pemimpin, maupun momentum bersejarah lainnya kerap menjadi pengingat bagaimana suatu kota atau kabupaten pertama kali disahkan. Berikut cerita lengkap mengenai asal-usul berdirinya tiga kabupaten dan kota di Jawa Timur yang berulang tahun di bulan Mei.

1. Kabupaten Mojokerto - 9 Mei

Hari jadi kabupaten dan kota di Jawa Timur.Hari jadi kabupaten dan kota di Jawa Timur. Foto: Gavriel Rama Evantya/detikJatim

Awal Mei merupakan hari jadi Kabupaten Mojokerto, tepatnya pada tanggal 9 Mei. Penetapannya berkaitan erat dengan era kejayaan Kerajaan Majapahit.

Melansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Mojokerto, penetapan tanggal tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 230 Tahun 1993.

Keputusan ini merupakan hasil pembahasan panjang yang melibatkan berbagai pihak, termasuk DPRD, akademisi, hingga pakar sejarah, dengan mempertimbangkan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Mojokerto.

Dari beberapa alternatif yang dikaji, tanggal 9 Mei 1293 dipilih karena merujuk pada momentum awal kemenangan Raden Wijaya dalam menghadapi pasukan Tar-Tar (Mongol). Peristiwa ini menjadi titik penting yang menandai keberhasilan diplomasi, sekaligus strategi militer yang mengantarkan berdirinya Kerajaan Majapahit.

Sebagai salah satu wilayah yang memiliki keterkaitan kuat dengan pusat kekuasaan Majapahit, Kabupaten Mojokerto hingga kini masih menyimpan berbagai jejak sejarah, baik berupa situs maupun nilai budaya yang terus dijaga dan dilestarikan.

Secara administratif, Kabupaten Mojokerto saat ini terdiri dari 18 kecamatan dengan ratusan desa dan kelurahan. Selain dikenal sebagai daerah bersejarah, wilayah ini juga berkembang di sektor industri, pertanian, serta pariwisata berbasis heritage.

2. Kabupaten Lamongan - 26 Mei

Hari jadi kabupaten dan kota di Jawa Timur.Hari jadi kabupaten dan kota di Jawa Timur. Foto: Gavriel Rama Evantya/detikJatim

Kabupaten Lamongan menjadi kabupaten kedua di Jawa Timur yang merayakan ulang tahun di bulan kelima ini, yakni 26 Mei. Hari jadi ini bertepatan pada momen diwisudanya Tumenggung Surajaya sebagai Adipati Lamongan pertama pada 110 Dzulhijjah 9976 atau 26 Mei 1569 Masehi.

Laman Pemerintah Kabupaten Lamongan mencatat sosok Tumenggung Surajaya yang juga dikenal sebagai Rangga Hadi atau Mbah Lamong. Ia merupakan tokoh yang dihormati masyarakat karena perannya dalam memimpin wilayah tersebut.

Nama "Lamongan" sendiri diyakini berasal dari sebutan "Mbah Lamong" yang diberikan kepada Rangga Hadi. Julukan itu muncul berkat kepemimpinannya yang bijak, kemampuannya mengayomi rakyat, serta kontribusinya dalam menyebarkan agama Islam di daerah tersebut.

Penobatan Tumenggung Surajaya dilakukan Sunan Giri IV di Puri Kasunanan Giri, Gresik, dalam sebuah pasamuan agung yang bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Peristiwa ini menjadi tonggak penting lahirnya pemerintahan Lamongan yang kemudian berkembang hingga saat ini.

Berbeda dengan sejumlah daerah lain yang menetapkan hari jadi berdasarkan prasasti atau peninggalan kerajaan, Lamongan merujuk pada sumber naskah sejarah dan silsilah yang berkaitan dengan masa Kasunanan Giri dan perkembangan Islam di Jawa.

Kini, peringatan hari jadi Lamongan juga diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya, salah satunya "Lamongan Tempoe Doeloe" yang bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi dan sejarah lokal kepada generasi muda.

3. Kota Surabaya - 31 Mei

Hari jadi kabupaten dan kota di Jawa Timur.Hari jadi kabupaten dan kota di Jawa Timur. Foto: Davira Aurelly/detikJatim

Kota Surabaya menjadi kota ketiga yang bertambah tua di bulan Mei. Kota pahlawan memperingati hari jadi setiap tanggal 31 Mei. Latar belakang penetapan ini merupakan peristiwa bersejarah pada 1293, ketika terjadi pertempuran antara Raden Wijaya dan pasukan Mongol (Tar-Tar) yang dipimpin Kubilai Khan.

Merangkum berbagai sumber, peristiwa tersebut bermula ketika pasukan Mongol datang ke Jawa untuk menyerang Kerajaan Singasari. Namun, setelah situasi berubah, Raden Wijaya justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyusun strategi.

Setelah berhasil mengalahkan musuhnya, pasukan Raden Wijaya berbalik menyerang Mongol hingga akhirnya terusir dari Jawa pada 31 Mei 1293. Momentum inilah yang kemudian dijadikan dasar Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS).

Penetapan tanggal 31 Mei tidak terjadi begitu saja. Sebelumnya, hari jadi Surabaya sempat diperingati setiap 1 April, yang merujuk pada pembentukan pemerintahan kota pada masa kolonial Belanda tahun 1906.

Namun, tanggal tersebut dinilai kurang merepresentasikan nilai historis dan jati diri Surabaya yang lebih tua. Pada 1970-an, dilakukan kajian mendalam oleh tim peneliti yang mengusulkan beberapa alternatif tanggal.

Dari sejumlah opsi tersebut, akhirnya dipilih 31 Mei 1293, karena dianggap paling mencerminkan nilai kepahlawanan dan semangat perjuangan arek Suroboyo. Penetapan ini kemudian disahkan melalui keputusan DPRD Kota Surabaya dan Wali Kota pada 1975.

Meski demikian, dalam perkembangannya, sejumlah kajian sejarah menyebut bahwa penentuan tanggal tersebut masih terbuka untuk dikaji ulang, mengingat keterbatasan bukti historis yang benar-benar menguatkan lokasi pasti peristiwa tersebut di wilayah Surabaya saat ini.

Peringatan HJKS terkini selalu diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya dan hiburan, seperti Festival Rujak Uleg, Surabaya Vaganza, hingga berbagai agenda masyarakat lainnya yang memperkuat identitas kota sebagai Kota Pahlawan.

Itulah informasi mengenai kabupaten dan kota di Jawa Timur yang merayakan hari jadi di bulan Mei, beserta sejarah penetapan masing-masing wilayahnya.



(irb/irb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads