500 Personel Disiagakan Amankan Aksi Mayday di Kota Malang

500 Personel Disiagakan Amankan Aksi Mayday di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 30 Apr 2026 22:30 WIB
Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli
Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Polresta Malang Kota telah menyiapkan skema pengamanan ketat untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi masyarakat saat momen Hari Buruh 1 Mei 2026 mendatang. Sebanyak 500 personel akan diturunkan untuk mengamankan jalannya aksi rencananya dipusatkan depan Balai Kota Malang itu.

Ratusan personel yang diterjunkan ini merupakan gabungan dari berbagai unsur lintas instansi, mulai dari Polresta Malang Kota, TNI, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan Kota Malang.

Penyiagaan pasukan dalam jumlah besar ini dilakukan mengingat aksi tersebut diperkirakan akan diikuti oleh massa yang cukup signifikan, yakni antara 300 hingga 500 orang yang terdiri dari elemen buruh dan mahasiswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Personel gabungan yang disiagakan terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Polresta Malang Kota, TNI, Satpol PP, hingga Dishub Kota Malang. Kami siapkan kurang lebih sebanyak 500 personel," ujar Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Wiwin menegaskan, kepolisian berkomitmen untuk memfasilitasi hak masyarakat dalam berpendapat secara terbuka.

ADVERTISEMENT

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan yang rencananya dimulai pada pukul 13.12 WIB tersebut bisa berjalan tertib serta dalam koridor hukum.

"Dari informasi, akan dilaksanakan penyampaian aspirasi dari elemen buruh dan gabungan dengan mahasiswa. Sesuai dengan arahan Kapolresta, setiap elemen masyarakat dipersilahkan menyampaikan aspirasi dan kami layani," tegasnya.

Menurut Wiwin, massa aksi akan memulai pergerakan dengan berkumpul terlebih dahulu di kawasan Alun-Alun Merdeka.

Dari titik kumpul tersebut, peserta aksi akan melakukan long march menuju Balai Kota Malang.

Setibanya di lokasi tujuan, aksi akan diisi dengan berbagai agenda kreatif seperti penampilan grup musik, pembacaan puisi, aksi teatrikal, hingga pembacaan pernyataan sikap resmi dari gabungan elemen tersebut.

Kepastian lokasi aksi juga telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian agar pemetaan keamanan dapat dilakukan secara akurat.

Kompol Wiwin menjelaskan bahwa fokus pengamanan akan berada di titik yang menjadi jantung pemerintahan Kota Malang tersebut untuk mencegah potensi gangguan ketertiban umum.

"Lokasinya tetap sama. Yaitu di depan Gedung DPRD dan Balai Kota Malang," terangnya.

Selain pengerahan pasukan, kepolisian juga telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Tugu.

Pengaturan arus kendaraan ini bersifat situasional, bergantung pada kondisi kepadatan massa di lapangan.

Skenario penutupan jalan sebagian hingga penutupan total di kawasan Alun-Alun Tugu atau Balai Kota Malang telah disiapkan guna menghindari kemacetan panjang di area pusat kota.

"Apabila masih dimungkinkan, kita buka separuh. Tetapi kalau memang sudah penuh, maka kami lakukan penutupan," pungkasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads