Gibran ke Trenggalek Temui Para Kades Secara Tertutup, Ini yang Dibahas

Gibran ke Trenggalek Temui Para Kades Secara Tertutup, Ini yang Dibahas

Adhar Muttaqin - detikJatim
Kamis, 30 Apr 2026 16:30 WIB
Wapres Gibran bertemu dengan para kades di Trenggalek
Wapres Gibran bertemu dengan para kades di Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Trenggalek -

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung proyek pembangunan Bendungan Bagong, Trenggalek. Ia juga sempat melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah kepala desa.

Kedatangan Gibran didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Bupati Trenggalek Mochamad Arifin dan beberapa pejabat lainnya.

Orang nomor dua di Indonesia ini memantau proses pembangunan bendungan dari amphiteater PT SAC Nusantara. Ia mendapatkan penjelasan langsung progres pembangunan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai peninjauan, Gibran bertemu puluhan perwakilan kepala desa Trenggalek. Proses pertemuan yang awalnya terbuka tiba-tiba berubah menjadi tertutup. Sejumlah jurnalis akhirnya diminta meninggalkan lokasi pertemuan.

ADVERTISEMENT

Saat itu Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Trenggalek Puryono sempat menyampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan kepada Wapres Gibran.

"Tadi saya sampaikan terkait Bendungan Bagong ini agar segera diselesaikan, baik itu pembangunan fisik maupun pembebasan lahan karena akan memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat Trenggalek," kata Puryono, Kamis (30/4/2026).

Tidak hanya itu pihaknya meminta pemerintah pusat agar segera membangun saluran irigasi dari kawasan Bendungan Tugu di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Saluran irigasi dinilai penting karena akan mengalirkan air ke area persawahan yang ada di bawahnya.

"Ini untuk mendukung program swasembada pangan dan ketahan pangan," imbuhnya.

Kemudian ia juga menyampaikan agar pemerintah pusat segera menuntaskan proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Trenggalek. Proyek tersebut dinilai cukup strategis karena akan menjadi menjadi akses perekomian baru di selatan Jawa.

"Trenggalek ini kurang 40an kilometer," imbuhnya.

Sementara itu terkait pemerintahan desa, Puryono berharap pemerintah memberikan tambahan alokasi anggaran untuk desa, sebab anggaran sebelumnya banyak terserap untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menyatakan seluruh keluhan masyarakat, mulai dari persoalan KIS PBI, Bendungan Tugu, ruas Jalur Lintas Selatan, hingga pembebasan lahan Bendungan Bagong akan segera ditindaklanjuti pemerintah. Pihaknya menegaskan pemerintah pusat akan mencari solusi terbaik bagi setiap persoalan yang disampaikan.

"Terima kasih sudah mendukung penuh program prioritas dan visi-misi dari Bapak Presiden. Tadi terkait keluhan terkait KIS PBI, Bendungan Tugu, lalu beberapa ruas jalan (JLS), ada berapa? 40-an kilo tadi yang belum tersambung. Nanti akan segera kami tindak lanjuti," kata Gibran.

Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong Senna Ananggadipa Adhitama, mengatakan saat ini progres pembangunan bendungan telah mencapai 60 persen. Proyek tersebut diproyeksikan akan tuntas pada 2029 mendatang.

"Untuk anggaran yang teralokasikan sekitar Rp2,1 triliun. Ini akan ditambah Rp600 miliar sehingga menjadi Rp2,7 miliar," jelasnya.

Pihaknya mengakui proyek tersebut molor, akibat pembebasan yang belum tuntas hingga ketersediaan anggaran dari pusat.

"Yang jelas saat ini proyek masih berjalan. Kami berharap pemerintah terus mengalokasikan anggaran agar bisa segera selesai," jelasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads