Puasa 3 Hari Setara Setahun? Ini Jadwal Ayyamul Bidh Mei 2026

Puasa 3 Hari Setara Setahun? Ini Jadwal Ayyamul Bidh Mei 2026

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Kamis, 30 Apr 2026 15:30 WIB
Ilustrasi Puasa Ayyamul Bidh
Ilustrasi puasa Ayyamul Bidh. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Puasa sunah yang satu ini sering dianggap ringan, tapi keutamaannya nggak main-main. Puasa Ayyamul Bidh yang dilakukan tiga hari setiap bulan disebut-sebut setara dengan puasa sepanjang tahun. Anjuran puasa ini juga terkandung dalam hadis sahih dari Abu Hurairah RA yang berbunyi:

أَوْصَانِي خَلِيْلِي ﷺ بِثَلَاثٍ صِيَامُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى وَأَنْ أُوَتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Artinya: Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Duha, dan salat Witir sebelum tidur. (Muttafaq 'Alaih)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk bulan Zulkaidah 1447 Hijriah (Mei 2026), jadwal puasa Ayyamul Bidh sudah bisa dipastikan berdasarkan kalender Hijriah resmi. Supaya nggak terlewat, yuk cek tanggal lengkapnya, sekaligus penjelasan niat, hukum, dan keutamaannya.

Kapan Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026?

Dilansir detikHikmah, puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Hijriah tanggal 13, 14, dan 15. Puasa ini dilakukan setiap bulan, tak terlepas dari jumlah harinya. Puasa Ayyamul Bidh termasuk sunah muakkad, jadi sangat dianjurkan untuk diamalkan secara rutin setiap bulan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, 1 Zulkaidah 1447 Hijriah jatuh pada Minggu 19 April 2026. Adapun jadwal puasa Ayyamul Bidh Zulkaidah sebagai berikut.

  • 13 Zulkaidah 1447 Hijriah: Jumat 1 Mei 2026
  • 14 Zulkaidah 1447 Hijriah: Sabtu 2 Mei 2026
  • 15 Zulkaidah 1447 Hijriah: Minggu 3 Mei 2026

Apakah Puasa Ayyamul Bidh Harus Tiga Hari?

Mengutip buku "Amalan Ringan Berpahala Istimewa" yang ditulis Abdillah F Hasan, diperbolehkan puasa Ayyamul Bidh hanya satu atau dua hari. Namun, tentu pahala yang diterima berbeda dengan puasa tiga hari penuh sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW.

Meski boleh tidak mengerjakan secara utuh puasa Ayyamul Bidh selama tiga hari, sejatinya amalan tersebut lebih afdal dilakukan tiga hari berturut-turut. Hal ini bertujuan agar puasa Ayyamul Bidh lebih sempurna sesuai ajaran Rasulullah.

Asal-usul Puasa Ayyamul Bidh

Di balik namanya, ada sejumlah pendapat yang menjelaskan penamaan asal-usul puasa Ayyamul Bidh. Salah satunya dikaitkan dengan kisah Nabi Adam AS saat pertama kali diturunkan ke bumi.

Dijelaskan dalam hadis riwayat Ibnu Abbas, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, seluruh tubuhnya terbakar matahari, sehingga menjadi hitam atau gosong. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15).

Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Pada hari ketiga puasa, sepertiga sisanya menjadi putih.

Selain itu, penamaan puasa ini juga disebut berasal dari kondisi malam-malamnya yang terang benderang disinari rembulan sejak matahari terbenam sampai terbit kembali. Karenanya, pada hari-hari itu malam dan siang seluruhnya menjadi putih (terang).

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Bacaan niat menjadi bagian penting dalam menjalankan puasa sunah Ayyamul Bidh. Dengan melafalkan niat, seorang muslim meneguhkan tujuan ibadahnya semata karena Allah SWT. Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang dikutip dari buku "Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa" karya Ustadz Ali Amrin Al Qurawy.

نَوَيْتُ صَوْمَ يومَ الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa.

Artinya: Saya niat berpuasa sunah yaumul bidh (hari putih) karena Allah Ta'ala.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Ibadah ini diibaratkan seperti berpuasa sepanjang tahun, sebagaimana disebutkan dalam kitab "Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi" dari hadis Abdullah bin Amr RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Artinya: Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti puasa sepanjang tahun. (Muttafaq 'alaih)

Dalam hadis lain dikatakan:

حَدَّثَنَا هَنَّا حَدَّثَنَا أَبُو أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمِ الْأَحْوَلِ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِي عَنْ أَبِي ذَرِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ فَأَنْزَلَ الله عَزَّ وَجَلَّ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابِهِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا الْيَوْمُ بِعَشْرَةِ أَيَّامٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثُ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Ashim Al Ahwal dari Abu 'Utsman An Nahdi dari Abu Dzar dia berkata, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: Barang siapa yang berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka sama halnya dengan puasa sebulan penuh. Lalu Allah 'azza wajalla menurunkan ayat yang membenarkan akan perkara tersebut yaitu (firman-Nya): Barang siapa yang melakukan satu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat. Satu hari berpuasa sama dengan sepuluh hari. Abu 'Isa berkata: ini merupakan hadits hasan sahih.

Amalan puasa sunah yang dilakukan tiga hari setiap bulan ini memiliki keutamaan yang luar biasa. Yakni barang siapa yang menjalankan puasa tiga hari Ayyamul Bidh, maka sama dengan puasa selama sebulan, jika dilakukan setiap bulan, maka sama dengan puasa selama setahun penuh.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads