Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 secara sederhana di lapangan belakang kompleks Kantor Pemkab Kediri. Di balik kesederhanaan perayaan tahun ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito membawa pesan kebangkitan dan kerukunan untuk masyarakat Kediri.
Mengusung tema Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya, tasyakuran tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dipusatkan di kompleks kantor Pemkab, bukan di Pendopo Panjalu Jayati. Lokasi itu dipilih sekaligus menjadi penanda bangkitnya Pemkab Kediri pasca-kebakaran gedung akibat aksi anarkis pada Agustus 2025.
"Ini ditempatkan di Kantor Pemkab supaya orang yang mau bersilaturahmi bisa melihat kondisi Pemkab yang hari ini saya rasa sudah semakin baik, bangunan juga sudah kembali berdiri," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Selasa (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prosesi tasyakuran diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, hingga masyarakat. Rangkaian acara diawali penyerahan santunan bagi penyandang disabilitas dan anak yatim yang dipimpin langsung Mas Dhito bersama istri Eriani Annisa atau Mbak Cicha, didampingi Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa.
Meski dikemas sederhana, Mas Dhito menegaskan esensi peringatan hari jadi tetap dijaga. Salah satunya melalui pembacaan Prasasti Harinjing sebagai cikal bakal Hari Jadi Kabupaten Kediri, serta prosesi penyerahan gunungan hasil bumi sebagai simbol sinergi dan kerukunan pimpinan daerah.
Momentum hari jadi ini, menurut Mas Dhito, diharapkan menjadi semangat bersama untuk terus menjaga kebersamaan sekaligus mendorong Kabupaten Kediri bangkit tanpa meninggalkan jati dirinya.
"Harapan kami di ulang tahun Kabupaten Kediri ke-1222 ini tetap menjadi kabupaten yang guyub rukun, ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi," tandas Mas Dhito.
(dpe/hil)











































