Lima siswa dari Madrasah Ibtidaiyah dan Raudhatul Athfal (RA) di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, terpaksa menjalani perawatan intensif di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (27/4/2025).
Insiden ini menambah daftar panjang kekhawatiran publik terhadap kualitas dan pengawasan distribusi makanan dalam program unggulan pemerintah tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari salah satu orang tua siswa, penyebab dugaan keracunan ini mengarah pada menu ayam suwir kemangi yang disajikan dalam paket MBG hari itu. Makanan tersebut diduga sudah tidak layak konsumsi alias basi saat dihidangkan kepada para siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menu MBG yang dibagikan pada hari tersebut terdiri dari terong crispy, ayam suwir kemangi, tahu goreng, salak, dan susu. Seluruh sajian itu berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tugurejo.
Tidak hanya siswa MI dan RA, insiden ini juga melibatkan siswa PAUD dan TK di lingkungan lembaga pendidikan yang sama. Berdasarkan data yang didapat detikJatim, lima siswa menjalani perawatan di RSUD SLG Kabupaten Kediri, Senin (27/4/2026).
Dari puluhan siswa yang mengonsumsi menu MBG tersebut, lima di antaranya mengalami gejala yang cukup serius hingga harus dirujuk dan mendapat perawatan medis di RSUD SLG.
Sementara itu, sejumlah siswa lain yang mengalami gejala lebih ringan, seperti mual dan pusing. Namun, mereka memilih untuk ditangani secara mandiri oleh orang tua masing-masing di rumah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri, M. Solichin, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan pemerintah daerah telah bergerak cepat menangani situasi ini.
"Sudah dilakukan evakuasi, satgas sudah turun dan cek ke SPPG dan operasional diberhentikan sementara mulai besok," kata Sekda Kabupaten Kediri Solichin, Selasa (28/4/2026).
Solichin juga mengonfirmasi jumlah siswa yang saat ini tengah menjalani penanganan medis. "Ada lima anak dari MI dan RA," imbuhnya.
Langkah penghentian sementara operasional SPPG Tugurejo ini diambil guna memberi ruang bagi tim satgas untuk melakukan investigasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan terhadap proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi makanan MBG di lokasi tersebut.
(hil/abq)











































