Siap-siap! Magang Nasional 2026 Bakal Dibuka Lagi

Siap-siap! Magang Nasional 2026 Bakal Dibuka Lagi

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB
Menaker Yassierli.
Menaker Yassierli. Foto: Dok YouTube TV Parlemen
Surabaya -

detikers yang belum beruntung di batch Maganghub sebelumnya, saatnya siap-siap dari sekarang. Soalnya, program ini bakal dibuka lagi dengan kuota yang lebih besar dan peluang yang makin luas.

Apalagi, peserta magang tetap dijanjikan dapat uang saku setara UMP. Kabar ini dibagikan dari unggahan resmi akun Instagram @sekretariat.kabinet. Dengan peminat yang sebelumnya tembus ratusan ribu orang, persaingan ke depan dipastikan makin ketat. Jadi, jangan sampai ketinggalan info pentingnya.

Program Magang Nasional Dipastikan Berlanjut

Dalam keterangan postingan tersebut dijelaskan bahwa program Magang Nasional periode 2025-2026 melibatkan sekitar 100.000 peserta, dari total pendaftar yang mencapai kurang lebih 400.000 orang. Atas antusiasme ini, pemerintah berencana membuka kembali program ini dengan sejumlah peningkatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk periode 2026-2027, pemerintah berencana meningkatkan kuota serta meningkatkan kualitas dan keahlian peserta magang. Kesempatan pengalaman bekerja, mendapat ilmu dari mentor," tulis keterangan resmi tersebut.

ADVERTISEMENT

Peserta magang juga dijamin tetap mendapatkan uang saku bulanan sesuai upah minimun provinsi UMP dari Pemerintah Pusat. Selain itu, Menaker juga merencanakan program vokasi bagi lulusan SMK untuk mendorong tingkat kesiapan kerja, dan sebagai upaya peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Ketenagakerjaan terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan pekerja, khususnya bagi buruh, pekerja outsourcing, dan pekerja rumah tangga.

Perusahaan Dilibatkan dalam Pembayaran Uang Saku

Dilansir dari detikFinance, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebutkan pemerintah sedang mengkaji keterlibatan perusahaan dalam pembiayaan uang saku peserta magang. Jadi ada kemungkinan uang saku tak lagi sepenuhnya ditanggung pemerintah melainkan ada skema berbagi kontribusi (sharing).

"Kami sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tidak dominan," ujar Yassierli dalam penutupan Program Magang Nasional Batch 1, disiarkan melalui YouTube @KemnakerRI.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan penting agar program ini benar-benar menjadi sarana pembinaan tenaga kerja yang serius. Perusahaan juga diharapkan memberikan sertifikat kompetensi di akhir program.

Pemerataan dan Perluasan Bidang

Selain soal pendanaan, pemerintah juga melakukan evaluasi soal pemerataan sebaran peserta. Distribusi peserta masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ke depan, pemerintah ingin memastikan program ini lebih merata hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Bidang kejuruan dalam program magang juga akan diperluas. Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada bidang seperti marketing, administrasi, dan manajemen, ke depan akan dibuka peluang di sektor lain.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads