Sering Dikira Flu Biasa, Kenali Gejala Sinusitis yang Sering Diabaikan

Sering Dikira Flu Biasa, Kenali Gejala Sinusitis yang Sering Diabaikan

Amir Baihaqi - detikJatim
Jumat, 24 Apr 2026 18:15 WIB
Ilustrasi gejala sinusitis
Ilustrasi gejala sinusitis (Foto: Dok. Istimewa/Mayapada Hospital Surabaya)
Surabaya -

Hidung tersumbat, pilek berkepanjangan, atau sakit kepala sering kali dianggap sebagai flu biasa yang bisa sembuh sendiri. Padahal, jika keluhan tersebut tak kunjung hilang, bisa jadi itu adalah gejala sinusitis yang dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan.

Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok - Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL) Mayapada Hospital Surabaya, dr. Caesarisma Vidiyanti, menjelaskan bahwa meskipun tampak mirip di awal, flu dan sinusitis memiliki karakteristik yang berbeda jauh.

"Flu disebabkan oleh infeksi virus, berlangsung 5-7 hari, dengan gejala demam, batuk, pilek, dan nyeri badan," jelas dr. Caesarisma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara itu, sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus yang ada di area hidung, pipi, dahi, dan mata akibat infeksi, alergi, polip hidung, kelainan struktur hidung (deviasi septum), maupun paparan polusi udara. Peradangan ini menyumbat saluran sinus sehingga lendir terperangkap dan memicu perkembangan bakteri maupun virus.

ADVERTISEMENT

Sinusitis akan semakin berisiko pada individu dengan daya tahan tubuh yang menurun," lanjutnya.

"Gejala sinusitis berlangsung lebih lama dan cenderung memburuk, meliputi hidung tersumbat, lendir kuning atau hijau, nyeri atau tekanan di wajah terutama saat menunduk, sakit kepala, penurunan indra penciuman, bau tidak sedap dari hidung, serta rasa lelah berkepanjangan," jelas dr. Caesarisma.

Jika tidak segera ditangani, sinusitis dapat berkembang menjadi kondisi kronis, yaitu peradangan yang berlangsung lebih dari 12 minggu.

"Pada tahap ini, gejala sering kali bertahan lama dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, termasuk gangguan tidur, penurunan konsentrasi, hingga berkurangnya produktivitas sehari-hari," kata dr. Caesarisma.

Oleh karena itu, gejala sinusistis harus segera diperiksakan untuk mencegah keparahan. Pemeriksaan sinusitis bisa dilakukan dengan endoskopi hidung untuk melihat kondisi rongga hidung dan sinus secara detail dan akurat, serta memungkinkan identifikasi sumber peradangan secara lebih presisi dan membantu menentukan terapi yang tepat.

"Prosedur ini dilakukan dengan sayatan kecil, nyeri dan perdarahan lebih minim, pemulihan lebih cepat. Tindakan juga lebih tepat sasaran, dengan menjaga jaringan sehat sebanyak mungkin, sehingga hasilnya lebih optimal dan pasien lebih nyaman," jelas dr. Caesarisma.

Dengan penjelasan di atas, penting bagi masyarakat untuk memahami gejala sinusitis dan melakukan pemeriksaan sejak dini guna mencegah kondisi menjadi lebih serius.

Sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran tersebut, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan layanan Sinusitis Center yang menangani kasus sinusitis secara komprehensif dan mengedepankan teknologi modern dan prosedur minimal invasif, seperti endoskopi, untuk membantu pasien kembali mendapatkan #NapasLega, bersama tim dokter yang berpengalaman menangani masalah pada telinga dan pernapasan (hidung dan tenggorokan). Layanan ini dijadwalkan hadir di Mayapada Hospital Surabaya pada April 2026.

Untuk informasi lengkap seputar layanan kesehatan lainnya di Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui aplikasi MyCare dengan mengunjungi fitur Health Articles & Tips. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau kebugaran, seperti langkah kaki, detak jantung, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads