Gudang Sabut Kelapa di Blitar Terbakar Hebat

Gudang Sabut Kelapa di Blitar Terbakar Hebat

Fima Purwanti - detikJatim
Jumat, 24 Apr 2026 07:05 WIB
Gudang sabut kelapa di Blitar terbakar hebat
Gudang sabut kelapa di Blitar terbakar hebat (Foto: Dok. Istimewa)
Blitar -

Sebuah gudang sabut kelapa di Dusun Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar terbakar hebat. Petugas Damkar Kabupaten Blitar terpaksa harus berjibaku memadamkan api.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJatim, kebakaran gudang itu diduga terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Api tiba-tiba muncul di area Gudang Sabut Kelapa tersebut.

Warga yang mengetahui kebakaran tersebut langsung keluar rumah dan mendatangi lokasi. Sejumlah pengendara yang melintas juga membantu menghubungi Damkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang warga yang melintas, Aziz mengaku melihat kobaran api dan asap yang membumbung di sekitar TKP. Sejumlah warga berkerumun di sekitar lokasi kebakaran.

ADVERTISEMENT

"Pas lewat ada kobaran api dan asap tebal. Ternyata ada kebakaran. Itu (yang terbakar) Gudang sabut kelapa," katanya kepada detikJatim, Kamis (23/4/2026).

Kades Ngoran, Imam Saiful membenarkan adanya kebakaran yang terjadi di salah satu Gudang sabut kelapa itu. Laporan kebakaran disampaikan oleh pemilik gudang sekitar pukul 22.00 WIB.

"Benar (kebakaran), kami menerima laporan dari pemilik sekitar pukul 22.00 WIB. Kemudian dilaporkan kepada Damkar Kabupaten Blitar untuk proses pemadaman," terangnya saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebab, tidak ada kegiatan produksi saat kejadian kebakaran itu. Namun, pemilik Gudang diduga mengalami kerugian lebih dari ratusan juta.

"Sepertinya tidak ada korban jiwa karena tidak ada proses produksi. Tapi kemungkinan kerugiannya ratusan juta, karena itu tempat produksi sabut kelapa yang sudah siap dikirim ke luar negeri," jelasnya.

Terpisah, Kasi Penanggulangan dan Investigasi Damkar Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo mengatakan proses pemadaman masih berlangsung sampai dengan saat ini. Petugas masih berjibaku memadamkan api. Bahan baku yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar.

"Saat ini proses pemadaman masih berlangsung. Jadi belum tahu penyebabnya apa, dan kerugiannya apa saja. Petugas masih fokus pemadaman sampai dengan nanti pembasahan," tandasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads