Festival Pu Tajum untuk pertama kalinya digelar di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1.089 Kabupaten Nganjuk, dengan mengangkat nilai sejarah dan budaya lokal.
Festival dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan prosesi napak tilas dan doa bersama di Situs Candi Ngetos. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, jajaran OPD, serta Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Ngetos.
Mengenakan busana adat Jawa, rombongan mengikuti prosesi budaya di pelataran candi era Majapahit abad ke-15 tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka mendengarkan penuturan lisan terkait sejarah berdirinya Nganjuk, di era Pu Sindok abad ke 10, serta menelusuri benang merahnya dengan wilayah Ngetos.
Usai prosesi di candi, rombongan bergerak menuju Pendopo Kecamatan Ngetos, tak jauh dari candi, dengan diiringi Tari Mung Dhe. Wakil Bupati Trihandy kemudian membuka Festival Pu Tajum secara simbolis.
Ketua panitia, Aries Trio Effendy mengatakan, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi sejarah bagi masyarakat. Rangkaian acara meliputi bazar UMKM, pertunjukan seni tari dan reog, hingga pameran tosan aji berupa keris dan tombak dari berbagai desa di Ngetos.
"Yang istimewa, kami juga menghadirkan stan edukasi tentang jamasan pusaka, agar masyarakat memahami nilai budaya di balik benda-benda tersebut," ujar Aries.
Menurut Aries, penamaan acara merujuk pada tokoh Pu Tajum, sosok spiritual asal Ngetos yang diyakini hidup pada abad ke-10. Menurutnya, Pu Tajum merupakan tokoh yang dihormati dan memiliki peran penting dalam sejarah awal Nganjuk.
"Pu Tajum diyakini sebagai saksi kehormatan yang diundang oleh Pu Sindok dalam prosesi sakral Manusuk Sima pada 10 April 937 Masehi di Candi Lor, yang menjadi tonggak lahirnya Nganjuk," ujarnya.
Selain itu, Pu Tajum juga dikisahkan turut membantu pasukan Pu Sindok dalam menghadapi invasi dari Kerajaan Pamalayu atau Sriwijaya.
Sementara itu, Camat Ngetos Nuri Prihandoko menyebut festival ini merupakan inisiatif masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Budaya Kecamatan Ngetos.
"Melihat antusiasme dan nilai historis yang begitu kuat, kami mengusulkan agar ke depan Festival Pu Tajum mendapat dukungan penuh dari Pemkab Nganjuk dan masuk agenda resmi Hari Jadi Nganjuk," ungkapnya.
Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
"Kami sangat bangga melihat keterlibatan aktif anak-anak, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMP Satu Atap di Ngetos. Ini bentuk nyata edukasi sejarah di lapangan," ujarnya.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap usulan pengembangan festival tersebut. Ke depan, Festival Pu Tajum diharapkan dapat dikemas lebih besar dan terintegrasi dengan agenda inti Manusuk Sima.
(auh/abq)
