Kamu telat nonton Meteor Lyrids kemarin? Tenang, belum game over. Langit April masih punya fenomena spektakuler lagi lewat Pi Puppid meteor shower yang lagi aktif sekarang. Mengutip In-The-Sky.org, hujan meteor Pi Puppid aktif sejak 15-28 April 2026, dengan puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada 23-24 April 2026.
Bedanya, fenomena ini justru bisa kamu nikmati lebih santai soalnya nggak perlu begadang. Tapi, tetap ada trik timing-nya biar nggak zonk ya, detikers. Yuk, kita bahas kapan dan gimana cara nontonnya biar nggak kelewatan lagi.
Asal-usul Pi Puppid
Berbeda dengan hujan meteor lain, Pi Puppid berasal dari sisa debu komet Comet 26P/Grigg-Skjellerup yang pertama kali ditemukan pada 1902. Komet ini memiliki orbit relatif pendek, tetapi aktivitasnya tidak selalu stabil. Hal inilah yang membuat intensitas hujan meteor Pi Puppid sering berubah dari tahun ke tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengamatan organisasi seperti American Meteor Society dan International Meteor Organization, aktivitas tahun 2026 diperkirakan berada pada level moderat, dengan rata-rata sekitar 5-10 meteor per jam dalam kondisi ideal.
Waktu Terbaik Mengamati Pi Puppid di Indonesia
Kalau biasanya meteor lebih optimal diamati menjelang dini hari, Pi Puppid justru bisa mulai terlihat sejak setelah matahari terbenam hingga sekitar pukul 22.00-23.00 WIB.
Mengutip CosmoBC, wilayah Indonesia termasuk lokasi yang cukup ideal karena posisi rasi Puppis berada di langit selatan dan cukup mudah diamati.
Puncak aktivitasnya memang terjadi secara astronomis pada 23-24 April 2026, tetapi peluang terbaik untuk melihatnya justru pada malam hari setelah senja, saat langit mulai gelap dan titik radian masih cukup tinggi.
Wilayah Jawa Timur seperti Surabaya atau Malang dibilang menjadi lokasi terbaik karena rasi Puppis (bentuk seperti dek kapal) terlihat jelas di langit selatan, dekat Canis Major.
Seberapa Banyak Meteor yang Bisa Terlihat?
Dibandingkan Lyrids, Pi Puppid memang tergolong hujan meteor kecil. Dalam kondisi normal, jumlah meteor yang terlihat berkisar antara 5 hingga 10 per jam.
Ada catatan menarik. Mengacu meteorshoweronline, ada periode tertentu di masa lalu, seperti tahun 1977, hujan meteor ini sempat mencapai intensitas lebih tinggi.
Sayangnya, berdasarkan tren terbaru dan analisis orbit komet, tahun 2026 diperkirakan tidak mengalami lonjakan signifikan.
Meski begitu, meteor Pi Puppid dikenal bergerak lebih lambat, sekitar 15 km/detik, dan sering menghasilkan jejak cahaya yang cukup berwarna.
Cara Mengamati yang Optimal
Untuk menikmati hujan meteor ini, kamu nggak perlu alat khusus seperti teleskop detikers.
Cukup cari lokasi yang gelap, minim polusi cahaya, dan lihatlah ke arah langit selatan atau barat.
Cuaca juga jadi faktor penting. Meteornya akan terlihat lebih jelas jika langitnya cerah tanpa awan.
Apakah Hujan Meteor Berbahaya?
Fenomena hujan meteor seperti Pi Puppid sebenarnya aman untuk diamati. Menurut NASA, meteor yang terlihat hanyalah partikel kecil, bahkan sering kali hanya sebesar butiran pasir yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
Cahaya yang kita lihat di langit malam merupakan hasil dari gesekan partikel tersebut dengan udara sehingga tidak pernah mencapai permukaan Bumi.
(irb/hil)
