Terduga Maling di Probolinggo Tewas Usai Diamuk Massa

Terduga Maling di Probolinggo Tewas Usai Diamuk Massa

M Rofiq - detikJatim
Kamis, 23 Apr 2026 16:14 WIB
Ribut (28) tewas usai diamuk massa
Ribut (28) tewas usai diamuk massa (Foto: Istimewa)
Probolinggo -

Pria yang diduga hendak melakukan pencurian sepeda motor dan sempat diamuk massa di Dusun Janti, RT 006 RW 002, Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.

Korban diketahui bernama Ribut (28), warga Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Ia mengembuskan napas terakhir saat dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kamis (23/4/2026) dini hari.

Sebelumnya, pria tersebut sempat dilarikan ke Puskesmas Wangkal, Kecamatan Gading, setelah mengalami luka parah akibat pengeroyokan warga. Namun karena kondisinya kritis, ia kemudian dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Gading AKP Maskur Ansori membenarkan kabar meninggalnya pria tersebut. Menurutnya, korban meninggal dunia bukan di lokasi kejadian, melainkan saat mendapat penanganan medis di rumah sakit.

"Betul, yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Meninggalnya bukan di lokasi kejadian atau TKP, tetapi di rumah sakit," ujar AKP Maskur Ansori, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.32 WIB saat menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati.

"Dari keterangan medis, yang bersangkutan mengalami cedera otak parah atau gegar otak setelah diamuk warga," tambahnya.

Sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/4/2026) malam. Warga memergoki seorang pria tak dikenal mengenakan jaket hitam bercorak putih duduk di teras rumah sambil mengamati kondisi sekitar.

Tak lama kemudian, pria tersebut berpindah ke area kamar mandi luar di sisi barat rumah dan diduga mengintip ke arah dapur yang berdinding anyaman bambu. Merasa curiga, warga lalu melakukan pencarian hingga menemukan pria itu bersembunyi di area persawahan tak jauh dari lokasi.

Situasi kemudian memanas setelah warga yang emosi langsung menghakimi pria tersebut hingga mengalami luka serius.

Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads