Tim Inavis dan Labfor Polda Jawa Timur diterjunkan ke Pasar Baru Tuban pada Kamis (23/4/2026) siang. Tim ini bertugas untuk melakukan penyelidikan penyebab kebakran.
Mengenakan seragam oranye dan perlengkapan identifikasi lengkap, tim ahli tersebut mulai menyisir puing-puing sisa kebakaran untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam.
Petugas tampak menandai beberapa area dengan nomor identifikasi dan mengumpulkan sisa material bangunan yang hangus terbakar. Garis polisi masih terpasang ketat di sekitar dua blok yang terdampak untuk memastikan area tetap steril selama proses penyelidikan berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan, menjelaskan bahwa kehadiran tim inavis Polda Jatim ini bertujuan untuk memberikan kepastian teknis mengenai penyebab kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 41 kios tersebut.
"Siang ini tim inavis dari Polda Jatim sudah berada di lapangan untuk melakukan identifikasi teknis. Kami berupaya mencari bukti-bukti material yang bisa mengungkap dari mana titik awal api berasal dan apa pemicu utamanya," ujar Bobby kepada detikjatim, Kamis (23/4/2026).
Bobby menambahkan, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum hasil olah TKP dari tim forensik keluar secara resmi.
"Kami minta masyarakat bersabar. Penyelidikan ini harus dilakukan secara teliti. Semua sisa material yang mencurigakan, termasuk kabel-kabel instalasi listrik, akan diperiksa di laboratorium," imbuhnya.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Baru Tuban, Jawa Timur, pada Kamis (23/4/2026) dini hari. Sebanyak 41 lapak pedagang dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa tersebut.
Informasi yang dihimpun, kobaran api mulai terlihat membesar sekitar pukul 03.40 WIB. Titik api terpantau berasal dari area depan musala pasar, yang merupakan lokasi para pedagang gerabah.
"Awalnya kayak ada pletik-pletik gitu Pak di salah satu toko," tutur salah seorang saksi mata berinisial N di lokasi kejadian, Kamis (23/4/2026).
(auh/abq)
