Kalau detikers lagi cari fenomena langit yang nggak datang dua kali dalam waktu dekat, hujan meteor Lyrids April 2026 jadi salah satu yang sayang banget dilewatkan. Fenomena ini memang rutin terjadi setiap tahun, tapi bedanya, ini adalah hujan meteor tertua yang pernah tercatat.
Menariknya, di tahun ini, puncak aktivitasnya jatuh di waktu yang cukup ideal buat diamati dari Indonesia. Tapi, ada timing tertentu yang bikin pengalaman melihat meteor ini jadi jauh lebih spektakuler, yuk cek detailnya!
Apa Itu Hujan Meteor Lyrids?
Hujan meteor Lyrids merupakan fenomena tahunan yang terjadi setiap bulan April, ketika Bumi melintasi jalur puing-puing yang ditinggalkan oleh komet Thatcher (C/1861 G1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari NASA, Lyrids termasuk salah satu hujan meteor tertua yang pernah diamati manusia dengan catatan pengamatan pertama berasal dari tahun 687 SM oleh astronom di China. Fenomena ini sudah diamati selama lebih dari 2.700 tahun.
Secara karakteristik, meteor Lyrids dikenal cukup cepat dan terang. Meski jumlahnya tidak sebanyak hujan meteor besar seperti Perseids, Lyrids tetap menarik karena bisa menampilkan kilatan terang sesekali yang disebut sebagai fireball.
Asal-usul Hujan Meteor Lyrids
Fenomena Lyrids berasal dari sisa-sisa material komet Thatcher yang ditemukan pada tahun 1861. Dilansir dari The Planetary Society, komet ini memiliki periode orbit yang sangat panjang, sekitar 422 tahun. Saat ini, komet Thatcher bahkan belum menyelesaikan setengah dari orbitnya sejak terakhir terlihat dari Bumi.
Setiap tahun, ketika Bumi melintasi jalur orbit tersebut, partikel debu dan batuan kecil dari komet akan masuk ke atmosfer dan terbakar, lalu menciptakan efek cahaya yang kita kenal sebagai meteor.
Kronologi Aktivitas Hujan Meteor Lyrids 2026
Aktivitas hujan meteor Lyrids sebenarnya berlangsung cukup panjang, yang dimulai dari pertengahan April hingga akhir bulan. Dilansir dari Live Science, periode aktif Lyrids tahun 2026 berlangsung dari 14 April 2026 hingga 30 April 2026.
Selama periode ini, meteor sudah mulai bisa terlihat meskipun jumlahnya belum maksimal. Seiring waktu, intensitas meteor akan meningkat hingga mencapai puncaknya di pertengahan hingga akhir April. Inilah fase di mana jumlah meteor yang terlihat dalam satu jam menjadi paling banyak.
Waktu Puncak Hujan Meteor Lyrids April 2026
Puncak hujan meteor Lyrids diperkirakan terjadi pada 22 April 2026, sebagaimana dilaporkan In the Sky dan Space.
Pada fase ini, dalam kondisi langit gelap detikers bisa melihat sekitar 10 meteor hingga 20 meteor per jam.
Dalam kasus tertentu, jumlahnya bahkan bisa melonjak jauh lebih tinggi, seperti yang pernah terjadi dalam beberapa pengamatan historis.
Untuk wilayah Indonesia, waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena ini adalah dini hari, sekitar pukul 02.00 hingga menjelang matahari terbit.
Kenapa Waktu Dini Hari Jadi Momen Terbaik?
Pertama, posisi radian Lyrids sudah lebih tinggi di langit, sehingga meteor lebih mudah terlihat. Kedua, gangguan cahaya baik dari matahari maupun aktivitas manusia lebih minim.
NASA juga menjelaskan bahwa hujan meteor Lyrids paling baik diamati setelah bulan terbenam dan sebelum fajar. Dalam kondisi ini, langit menjadi lebih gelap, yang membuat kontras cahaya meteor terlihat lebih jelas.
Cara Terbaik Menyaksikan Hujan Meteor Lyrids
NASA menyarankan untuk mencari lokasi yang jauh dari polusi cahaya, seperti di area terbuka atau pinggiran kota.
Setelah itu, posisi terbaik adalah berbaring dengan pandangan luas ke langit.
Hal ini disarankan karena butuh waktu sekitar 20-30 menit bagi mata untuk bisa beradaptasi dengan gelap.
