Cara Tahura Cegah Bunuh Diri di Jembatan Cangar

Cara Tahura Cegah Bunuh Diri di Jembatan Cangar

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Minggu, 19 Apr 2026 23:00 WIB
Rokok, bunga hingga sayur diletakkan berjejer di Jembatan Cangar.
Rokok, bunga hingga sayur diletakkan berjejer di Jembatan Cangar. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Batu -

CATATAN: Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau layanan darurat Healing 119. Anda tidak sendirian.

Pihak Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo melakukan antisipasi untuk mencegah aksi bunuh diri kembali terjadi di Jembatan Cangar. Upaya tersebut dilakukan lewat patroli rutin wilayah Tahura Raden Soerjo.

Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan dan Pemanfaatan Tahura Raden Soerjo, Daryanto mengatakan, patroli rutin dilakukan oleh tim gabungan. Sehingga pencegahan bisa dilakukan jika ada seseorang yang terindikasi ingin mengakhiri hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah preventif dilakukan dengan cara patroli secara bergantian baik dari petugas di Pemandian Air Panas Cangar, Air Terjun Watu Lumpang. Disamping teman-teman pemantauan jalur rute Cangar-Pacet," kata Daryanto kepada detikJatim, Minggu (19/4/2026).

Soal pengamanan khusus seperti pemasangan pembatas di Jembatan Cangar, Daryanto menyampaikan, dalam waktu dekat pihak Tahura berencana untuk mengkomunikasikannya dengan stakeholder terkait.

ADVERTISEMENT

Perlu diketahui, meski Jembatan Kembar Cangar masuk dalam wilayah Tahura, kewenangan pengelolaannya berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab, jalur alternatif itu merupakan bagian dari jalan provinsi yang menghubungkan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto.

"Khusus jembatan untuk sementara ini hanya dilakukan patroli rutin. Kalau penjagaan khusus masih kita komunikasikan dengan Dina PU (Pekerjaan Umum). Supaya masyarakat yang lewat ini bisa aman. Intinya mengurangi dan menghalau mana ada orang-orang yang seperti itu (bunuh diri)," terang Daryanto.

Daryanto menyampaikan, sebenarnya himbauan hingga larangan keras untuk berhenti di Jembatan Cangar sudah disampaikan dan telah dipasang papan pemberitahuan. Namun, masyarakat masih banyak yang sering berhenti dipinggir jalan untuk berfoto di jembatan.

"Sebenarnya dilarang untuk berhenti di jembatan sudah kita sampaikan dan papan larangan sudah kita pasang, tapi namanya manusia banyak mau bagaimana lagi. Kadang sudah kami kasih tau tapi kayak gitu lah namanya masyarakat banyak," ujarnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads