Jembatan Kembar Cangar dikenal sebagai jalur alternatif penghubung Kota Batu dengan Kabupaten Mojokerto. Jembatan ini juga memiliki peran vital utamanya sebagai akses utama perdagangan warga Desa Sumberbrantas dengan warga Desa Pacet.
Kepala Desa Sumberbrantas Saniman menyampaikan bahwa jembatan tersebut memiliki peran penting bagi warga sekitar. Bukan hanya sekedar untuk jalur pintas, tapi juga sebagai akses utama perdagangan antara dua desa perbatasan.
"Jembatan itu untuk penghubung akses lalu lintas warga. Jalan ini juga digunakan warga untuk melakukan perdagangan seperti menjual hasil pertanian dari Sumberbrantas ke Pacet," ujarnya kepada detikJatim, Minggu (19/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Desa Sumberbrantas, memang dikenal mayoritas berprofesi sebagai petani sayur dan hortikultural. Sebagian petani menjual hasil buminya ke wilayah Kota Batu dan sebagian ke wilayah Kabupaten Mojokerto.
"Kalau di desa ini itu 50% jual hasil pertanian ke Kota Batu dan 50% lagi ke Kabupaten Mojokerto," terang Saniman.
Jembatan Kembar Cangar yang diketahui sebagai perbatasan dua daerah tersebut baru-baru ini sempat menjadi perbincangan publik setelah ramai kasus bunuh diri seorang pemuda berinisial MMA (24) warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Kejadian itu viral di media sosial usai video detik-detik sebelum korban melakukan aksinya tersebar di media sosial.
Postingan video singkat yang diambil tanpa sengaja itu menuai banyak respons dari publik. Bahkan, beragam bentuk ekspresi empati diluapkan masyarakat dengan berbagai cara, salah satunya dengan meletakkan rokok, makanan hingga bunga di Jembatan Cangar tempat MMA mengakhiri hidup.
