Sekeluarga Tewas Laka Maut di Probolinggo, Anak Bungsu Jadi Sebatang Kara

Sekeluarga Tewas Laka Maut di Probolinggo, Anak Bungsu Jadi Sebatang Kara

Fima Purwanti - detikJatim
Minggu, 19 Apr 2026 14:19 WIB
Adik korban, Riyanto di rumah duka Desa Jeblog Kecematan Talun, Blitar
Adik korban laka maut, Riyanto/Foto: Fima Purwanti/detikJatim
Blitar -

Tangis duka pecah di sebuah rumah di Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Dalam sekejap, seorang pemuda harus menerima kenyataan pahit kehilangan seluruh keluarganya dalam kecelakaan maut di Probolinggo.

Ayah, ibu, kakak, hingga keponakannya pergi bersamaan dalam satu peristiwa tragis, menyisakan dirinya seorang diri. Kini, ia menjadi satu-satunya anggota keluarga yang tersisa.

"Putra Bapak Sutrisno ada dua orang, yang perempuan ikut di dalam mobil itu. Sekarang tinggal satu anak, yang bungsu," kata Kades Jeblog, Arba Hidayatulloh saat ditemui detikJatim, Minggu (19/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arba menyebut, anak bungsu korban berusia sekitar 23 tahun. Menurut informasi keluarga, anak bungsu itu juga sempat diajak berkunjung ke keluarga yang ada di Banyuwangi. Namun, anak laki-laki itu menolak dan tinggal di rumah.

ADVERTISEMENT

"Informasinya sempat diajak, tapi nggak ikut. Jadi di rumah sendiri," terangnya.

Hal serupa juga disampaikan adik Sutrisno, Riyanto. Katanya, anak laki-laki korban berada di rumah saat keluarganya pergi ke Banyuwangi.

"Iya tinggal dia (anak laki-laki Sutrisno). Di rumah sini. Saya beda rumah, beda dusun. Kami terakhir ketemu Minggu lalu, di rumah saya," jelasnya saat ditemui di rumah duka.

Riyanti menyebut, korban sehari-hari bekerja sebagai pemilik biro jasa travel, disambi jual beli mobil. Sementara istrinya, Sri Budiyatni berjualan daging di Pasar.

"Kalau suami anaknya (menantunya) kerja di Sulawesi," imbuhnya.

Kini, keluarga masih menunggu kedatangan jenazah satu keluarga yang tewas dalam kecelakaan maut di Probolinggo itu. Warga sekitar juga telah menyiapkan liang lahat untuk pemakaman keluarga tersebut.

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya masuk Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Sebuah truk trailer diduga mengalami rem blong hingga menabrak 5 kendaraan yang berada di depannya dan menyebabkan 4 orang tewas.

Insiden tersebut melibatkan enam kendaraan, yakni Trailer Nissan B 9625 UEJ, Toyota Vios Limo AG 1644 EG, Pikap Daihatsu Granmax P 8361 GL, Pikap N 8387 YH, Toyota Hi-Ace P 7022 QB, serta Truck Tractor Head Hino T 9698 TA.

Kecelakaan berawal dari truk trailer Nissan bernopol B 9625 UEJ yang dikemudikan Cecep Adi Sucipto (46), warga Mojokerto, melaju dari arah selatan ke utara, atau dari arah Lumajang Ke Kota Probolinggo.

Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan besar tersebut diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman sehingga tak terkendali. Trailer lalu menabrak Toyota Limo AG 1644 EG yang dikemudikan Sutrisno (60), warga Kabupaten Blitar, dengan membawa tiga penumpang.

Setelah menghantam sedan, trailer terus melaju dan menabrak Pikap Daihatsu Granmax P 8361 GL yang dikemudikan Muhammad Iswanto (33), kemudian menabrak Pickup N 8387 YH yang dikemudikan Agus Heri Wibowo (50).

Tak berhenti di situ, trailer juga menabrak Toyota Hi-Ace P 7022 QB yang dikemudikan Abd. Ghopar Jaelani (44), serta Truck Tractor Head Hino T-9698-TA yang dikemudikan Joko Trimono (41).



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads