Kecelakaan beruntun di perlintasan kereta jalur selatan Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegal Siwalan, Probolinggo menelan korban jiwa. Empat orang dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Iptu Aditya Wikrama mengatakan total ada lima korban dalam insiden tersebut.
"Kecelakaan melibatkan 5 kendaraan, korban 5 orang, 4 orang meninggal dunia, 1 kritis," kata Aditya, Minggu (19/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi singkatnya, truk trailer bermuatan triplek diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah Lumajang ke Probolinggo. Saat tiba di perlintasan kereta api yang palang pintunya tertutup, truk menghantam empat kendaraan yang tengah mengantre menunggu kereta melintas.
Informasi yang dihimpun, korban meninggal merupakan satu keluarga yang berada di dalam mobil sedan Toyota Vios. Terdiri dari ayah, ibu, balita dan diduga nenek.
Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka berat. Korban merupakan sopir pikap Grand Max dan saat ini menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Moch Saleh.
"Yang sopir Grand Max luka berat di IGD RSUD dr Moch Saleh," tambahnya.
Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Moch Saleh.
Aditya menambahkan, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui kronologi pasti kecelakaan tersebut.
"Kronologi kejadian kita masih melakukan olah TKP, kita mendahulukan korban lebih dulu. Ini proses masih berlangsung olah TKP," pungkasnya.
