Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami serangkaian erupsi pada Kamis (16/4/2026) pagi. Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada di level III atau siaga.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, sejak pukul 05.00 WIB hingga 08.54 WIB, tercatat terjadi tujuh kali erupsi.
Erupsi pertama terjadi pukul 05.11 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar ±800 meter di atas puncak. Selanjutnya pada pukul 06.21 WIB, kolom abu mencapai ±1.200 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erupsi kembali terjadi pukul 06.57 WIB dengan tinggi kolom abu ±1.100 meter, disusul pukul 07.08 WIB setinggi ±500 meter, serta pukul 07.32 WIB setinggi ±700 meter.
Kemudian pada pukul 08.06 WIB, kolom abu teramati setinggi ±900 meter. Sementara erupsi terakhir pada pukul 08.54 WIB masih berlangsung, namun visual letusan tidak teramati.
Kolom abu umumnya berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke timur laut dan utara. Pada erupsi awal, abu terpantau lebih tebal mengarah ke utara dan barat laut.
Salah satu erupsi juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 159 detik.
"Gunung Semeru mengalami erupsi dengan dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.200 m di atas puncak. Status masih siaga," ujar Petugas Pos pengamatan gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima kepada detikJatim, Kamis (16/4/2026).
Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas susulan, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di radius 13 kilometer dari puncak," pungkas Liswanto.
(ihc/hil)











































