Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam menyatakan siap maju sebagai Calon Ketua Tanfidziyah (Ketua Umum) PBNU. PWNU Jatim menegaskan semua pihak boleh mencalonkan diri.
"Ya monggo (silakan). Ya kan sekarang ini kan demokratis saja. Karena memang mekanismenya sudah ada, tinggal bagaimana nanti ke depan mekanisme itu nanti bisa dijalankan," kata Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz usai Musrenbang Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (14/4/2026).
Ulama yang akrab disapa Gus Kikin ini menegaskan, semua pihak boleh mencalonkan diri asal memenuhi persyaratan. Gus Kikin mengungkap ada berbagai kabar sejumlah nama yang hendak maju sebagai Caketum PBNU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak, semuanya berpeluang, semua peluangnya sama," tambahnya.
Gus Kikin menyebut Muktamar NU tahun 2026 ini diyakini akan berjalan lancar. Sebab, sejumlah persiapan matang sudah dilakukan.
"Ya Muktamar, ya kita siap saja. Muktamar itu bagus, sudah direncanakan. Kemarin kita ada Musker di Tuban itu. Jadi di sana sudah disampaikanlah beberapa hal," jelasnya.
"Memang sebaiknya lebih cepat lebih baik karena memang dibutuhkan suasana yang baru," tandasnya.
Sebelumnya diketahui, Gus Salam mengatakan keinginan dirinya maju sebagai Caketum PBNU untuk memperbaiki organisasi agar harmonis dan kembali ke tujuan awal berdirinya organisasi NU.
"Untuk Tanfidziyah, kebetulan saya sendiri sedang berikhtiar dan berupaya mendapatkan kepercayaan dari struktur PWNU, PCNU untuk bisa berkhidmah atau mengabdi di PBNU pada Muktamar depan," kata Gus Salam kepada detikJatim, Jumat (10/4/2026).
"Situasi NU atau PBNU saat ini tentu kita tahu semua, cukup memprihatinkan. Setelah terjadinya konflik tajam yang tidak produktif dan menguras energi serta beberapa pengurusnya yang tersangkut kasus hukum, tentu ke depan situasi ini tidak boleh terjadi kembali," jelasnya.
"Dan salah satu hal prinsip yang harus dilakukan adalah rekonsiliasi total. Tidak ada lagi pecat-pecatan, interest personal yang mendominasi. Kembali merajut Ukhuwwah Nahdliyyah (persaudaraan sesama kader NU) agar ke depan marwah, wibawa dan manfaat NU di hadapan umat kembali dirasakan. Tentu tujuan di atas yang menjadi target dan prioritas kami," tambahnya.
Selain itu, Mantan Wakil Ketua PWNU Jatim ini menyebut perlunya sosok Rais Aam PBNU yang bisa menjadi bapak pengayom bagi semua warga NU.
"Terkait dengan sosok untuk Rais Aam tentu dibutuhkan sosok kiai yang kuat dari sisi basis keilmuan, basis kultural maupun pesantren. Kemudian sosok yang mampu menyejukkan dan mampu mempersatukan pengurus, warga NU untuk kembali kompak, bersatu, bahu-membahu, mengabdi, serta membesarkan NU," tandasnya.
